Mengutip Reuters dan Al Jazeera, pernyataan penutupan Selat Hormuz dan ancaman tembakan dikatakan seorang komandan di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
"Selat itu ditutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal itu," ujar Penasihat Senior untuk Panglima Tertinggi IRGC, Ebrahim Jabbari, Selasa (3/3/2026).
Dia juga mengancam akan menyerang jalur pipa minyak. Bahkan, membuat harga minyak melambung tinggi hingga USD200 per barel, dari harga saat ini.
"Kami juga akan menyerang jalur pipa minyak dan tidak akan membiarkan setetes pun minyak keluar dari wilayah ini. Harga minyak akan mencapai USD200 dalam beberapa hari mendatang," kata Jabbari.