sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pertamina Ditargetkan Bisa Penuhi Kebutuhan BBM Nasional pada 2027, Swasta Tak Perlu Impor Lagi

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
14/01/2026 22:00 WIB
Kementerian ESDM menargetkan Pertamina dapat memenuhi seluruh kebutuhan BBM nonsubsidi secara nasional.
Kementerian ESDM menargetkan Pertamina dapat memenuhi seluruh kebutuhan BBM nonsubsidi secara nasional pada 2027. (Foto: iNews Media Group)
Kementerian ESDM menargetkan Pertamina dapat memenuhi seluruh kebutuhan BBM nonsubsidi secara nasional pada 2027. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannnel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan PT Pertamina (Persero) dapat memenuhi seluruh kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi secara nasional pada tahun depan. Dengan begitu, seluruh operator SPBU, baik BUMN maupun swasta, tidak perlu lagi mengimpor BBM dari luar negeri.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah masih memberikan keleluasaan kepada operator SPBU swasta untuk melakukan importasi BBM pada tahun 2026. Dia mengungkapkan, kebijakan kuota impor tersebut diberikan karena kapasitas kilang Pertamina belum mampu memenuhi kebutuhan BBM di dalam negeri.

"Selama kapasitas produksi kita masih kurang dibandingkan konsumsi, maka tetap kita sementara impor harus kita lakukan," ujar Bahlil saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Bahlil menargetkan, dengan  beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, maka pada tahun 2027, kebutuhan BBM beroktan tinggi seperti yang dibutuhkan SPBU swasta akan bisa dipenuhi Pertamina.
 
"(BBM) RON 92, 95, 98, kita mau dorong agar produksinya sudah harus ada di 2027, ini kemungkinan di semester kedua. Jadi silahkan (swasta) beli di Pertamina," katanya.

Terkait kuota impor BBM pada 2026, Bahlil enggan merinci besarannya dan menjawab diplomatis. "Untuk swasta, tetap kuota impornya kita berikan. Tetapi kita lagi hitung range-nya berapa kepada masing-masing badan usaha swasta. Karena kapasitas produksi di Pertamina pun belum mencukupi terhadap konsumsi permintaan yang ada," tuturnya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement