sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pertamina Geothermal (PGEO) Rampungkan Pemipaan Sumur, Kapasitas PLTP Kamojang Meningkat

Economics editor Kurnia Nadya
05/03/2026 18:18 WIB
Proyek pemipaan semakin memperkuat keandalan pasokan listrik berbasis panas bumi di Kamojang yang memiliki total daya terpasang 235 MW
Pertamina Geothermal (PGEO) Rampungkan Pemipaan Sumur, Kapasitas PLTP Kamojang Meningkat . (Foto: PGEO)
Pertamina Geothermal (PGEO) Rampungkan Pemipaan Sumur, Kapasitas PLTP Kamojang Meningkat . (Foto: PGEO)

IDXChannel—PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Area Kamojang merampungkan proyek pemipaan sumur produksi KMJ-19.5 dan KMJ-30.3 pada Februari silam. Penyelesaian ini akan meningkatkan kapasitas PLTP Kamojang sebesar 23,8 MW. 

Dengan demikian, keandalan pasokan listrik berbasis panas bumi di wilayah Kamojang dan Jawa Barat semakin kuat. 

Melansir keterangan resmi perseroan (5/3/2026), proyek pemipaan semakin memperkuat keandalan pasokan listrik berbasis panas bumi di Kamojang yang memiliki total daya terpasang 235 MW dari lima unit PLTP. 

Dengan dukungan infrastruktur yang semakin optimal, operasional pembangkit dapat berjalan lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan listrik.

General Manager PGE Area Kamojang I Made Budi Kesuma Adi Putra menyampaikan bahwa keberhasilan proyek ini merupakan bagian dari langkah konkret perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional.

Menurutnya, PLTP Kamojang telah memasok listrik untuk lebih dari 260.000 rumah tangga selama 24 jam setiap hari tanpa bergantung pada sinar matahari, cuaca, ataupun bahan bakar fosil. 

“Dengan rampungnya proyek pemipaan ini, kami semakin semangat dalam menyediakan pasokan energi bersih yang andal bagi masyarakat Kamojang dan Jawa Barat, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” ujarnya, Kamis (05/03/2026).

Sebagai tambahan informasi, hingga September 2025, produksi listrik dari Kamojang mencapai 1.326 gigawatt-hour (GWh), tertinggi di antara seluruh WKP PGE. 

Operasi bersih ini juga berkontribusi secara signifikan terhadap pengurangan emisi karbon hingga 1,22 juta ton CO₂ per tahun, sejalan dengan upaya Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060. 

Saat ini perseroan juga tengah mengoptimalkan pemanfaatan uap dari sumur-sumur bertekanan rendah di Kamojang dengan kapasitas sebesar 5 MW yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Selain di Kamojang, PGEO juga tengah memperluas kapasitas terpasang secara nasional melalui berbagai proyek strategis. Dalam jangka panjang, PGEO menargetkan kapasitas total sebesar 3 gigawatt (GW) yang telah teridentifikasi dari 10 WKP yang dikelolanya. 


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement