Selama ini pun, kata dia, Pertamina juga memperoleh pasokan energi dari sejumlah negara di Afrika hingga AS.
"Untuk antisipasi kami juga melakukan diversifikasi sumber. Sumber-sumber kita tidak hanya dari Timur Tengah, ada juga dari Afrika, ada dari Amerika Serikat, dan berbagai tempat lainnya," ujarnya.
Diketahui, ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat perang yang melibatkan AS-Israel dengan Iran memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global.
Pemerintah mencatat sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia dikirim melalui jalur Selat Hormuz. Kondisi tersebut membuat stabilitas kawasan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pasokan energi nasional.
(NIA DEVIYANA)