AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Pertumbuhan Ekonomi Jatim di Triwulan III-2021 Masih di Bawah Jabar dan Banten  

ECONOMICS
Lukman Hakim
Selasa, 09 November 2021 11:23 WIB
Pertumbuhan ekonomi Jatim di triwulan III-2021 masih di bawah Banten dan Jabar.
Pertumbuhan Ekonomi Jatim di Triwulan III-2021 Masih di Bawah Jabar dan Banten  (Dok.MNC Media)
Pertumbuhan Ekonomi Jatim di Triwulan III-2021 Masih di Bawah Jabar dan Banten  (Dok.MNC Media)

IDXChannel- Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (Jatim) selama triwulan III 2021, mencapai 3,23 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tingkat pertumbuhan tersebut masih kalah dibanding Provinsi Banten yang tumbuh sebesar 4,62 persen dan Jawa Barat (Jabar) sebesar 3,43 persen. 

Namun, pertumbuhan ekonomi Jatim masih lebih tinggi dibanding Jawa Tengah yang sebesar 2,56 persen, DKI Jakarta sebesar 2,43 persen dan Yogyakarta sebesar 2,30 persen.
Secara spasial, struktur perekonomian Pulau Jawa pada triwulan III 2021 didominasi oleh DKI Jakarta dengan kontribusi terhadap PDRB Pulau Jawa sebesar 29,38 persen.  

"Diikuti Jawa Timur sebesar 25,33 persen, Jawa Barat 22,50 persen, Jawa Tengah 14,57 persen; Provinsi Banten 6,72 persen dan Yogyakarta sebesar 1,50 persen," kata Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Jatim, Sunaryo dalam rilis BPS Jatim, Selasa (9/11/2021).   

Perekonomian Jatim triwulan III-2021 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp624,87 triliun. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp423,04 triliun.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang tumbuh 8,33 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeuaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh 2,27 persen. 

"Perekonomian Jawa Timur masih didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan, Perdagangan, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Konstruksi.  sebesar 9,20 persen. Peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Jawa Timur mencapai 70,73 persen," imbuh Sunaryo. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD