AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Pertumbuhan Kredit Perbankan di Sumut Melambat pada Kuartal II-2021

ECONOMICS
Wahyudi Aulia Siregar
Kamis, 26 Agustus 2021 10:42 WIB
Pertumbuhan penyaluran kredit/pembiayaan perbankan di Sumatera Utara (Sumut) mengalami perlambatan dari 4,12 persen pada kuartal I-2021 menjadi 3,24 persen.
Pertumbuhan Kredit Perbankan di Sumut Melambat pada Kuartal II-2021 (FOTO:MNC Media)
Pertumbuhan Kredit Perbankan di Sumut Melambat pada Kuartal II-2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel -  Pertumbuhan penyaluran kredit/pembiayaan perbankan di Sumatera Utara (Sumut) mengalami perlambatan dari 4,12 persen pada kuartal I-2021 menjadi 3,24 persen di kuartal II-2021. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo, mengatakan tertahannya pertumbuhan kredit perbankan ini disebabkan oleh melemahnya kinerja penyaluran Kredit Investasi (KI) hingga -10,56%. Meski demikian secara nominal, penyaluran kredit menunjukkan perbaikan dibandingkan triwulan II. 

“Dari sisi sektoral, penyaluran pembiayaan meningkat pada sektor utama Perdagangan Besar dan Eceran (PBE) dan konstruksi. Namun mencatat penurunan pada sektor pertanian dan industri pengolahan,” kata Soeko, Kamis (26/8/2021). 

Pertumbuhan kredit yang melambat, tambah Soekowardojo, sejalan dengan pertumbuhan restrukturisasi kredit di seluruh sektor utama di Sumatera Utara. Namun BI memastikan rasio risiko gagal bayar (NPL) kredit perbankan di Sumatera Utara masih relatif terjaga di angka 3,31%. 

“Di sisi lain, dengan ketidakpastian ekonomi, pertumbuhan DPK (dana pihak ketiga) perbankan menunjukkan penurunan (12,35% -> 11,02%) didorong oleh penurunan pada kelompok perbankan jenis simpanan giro dan deposito,” paparnya 

Menurut Soekowardojo, berdasarkan nominal, seluruh jenis simpanan mengalami penurunan mengindikasikan PPKM yang berkepanjangan diiringi dengan suku bunga rendah berdampak pada penurunan minat deposan untuk menabung. 

“Selain itu, berdasarkan golongan nasabah, penurunan DPK juga didorong oleh optimalisasi belanja pemerintah serta swasta yang diduga cenderung menempatkan simpanannya dalam bentuk lain atau digunakan untuk modal kerja. Namun, secara spasial DPK di Sumatera Utara mencatatkan pertumbuhan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya,” urainya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD