Sepanjang 2025, perseroan mencatat beragam capaian penting, mulai dari peningkatan kapasitas terpasang, pengembangan green hydrogen, pengakuan atas praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) berstandar internasional, hingga penguatan kolaborasi dengan mitra nasional dan global.
Sejalan dengan target pengembangan kapasitas 1 gigawatt (GW), PGE menorehkan kemajuan signifikan di sisi operasional. Pada akhir Juni 2025, PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) resmi beroperasi, sehingga meningkatkan kapasitas terpasang PGE dari sebelumnya 672 MW menjadi 727 MW.
Capaian ini memperkuat posisi PGE sebagai pengembang panas bumi terbesar di Indonesia sekaligus menjadi pijakan penting menuju target jangka panjang perseroan.
Selain proyek tersebut, PGE tengah menggarap berbagai proyek strategis dengan target commercial operation date (COD) bertahap hingga 2029, yang meliputi PLTP Hululais Unit 1 dan 2, PLTP Lumut Balai Unit 3, PLTP Lahendong Unit 7, Unit 8, dan Bottoming Unit 2, serta eksplorasi PLTP Gunung Tiga.
Seluruh portofolio proyek ini mendukung target kapasitas 1 GW dalam 2–3 tahun dan 1,8 GW pada 2033, sekaligus memperkuat peran PGE dalam mendukung swasembada energi nasional dan target Net Zero Emission 2060.