sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

PGEO Tambah Kapasitas hingga Kembangkan Green Hydrogen di 2025, Begini Capaiannya

Economics editor Febrina Ratna Iskana
16/01/2026 14:00 WIB
PGE (PGEO) terus mempercepat pengembangan dan pemanfaatan energi panas bumi melalui berbagai inisiatif strategis pada 2025.
PGEO Tambah Kapasitas hingga Kembangkan Green Hydrogen di 2025, Begini Capaiannya. (Foto: iNews Media Group)
PGEO Tambah Kapasitas hingga Kembangkan Green Hydrogen di 2025, Begini Capaiannya. (Foto: iNews Media Group)

Di luar pencapaian kapasitas tersebut, PGE terus memperluas kontribusinya terhadap agenda swasembada energi nasional melalui penguatan sinergi dan pengembangan proyek strategis.

Per Agustus 2025, PGE menandatangani Heads of Agreement (HoA) bersama PLN Indonesia Power yang difasilitasi Danantara Indonesia untuk pengembangan 19 proyek panas bumi dengan total kapasitas mencapai 530 MW. Sejalan dengan itu, empat proyek PGE juga terpilih untuk masuk dalam Blue Book Bappenas 2025-2029, yang membuka peluang dukungan pembiayaan internasional hingga USD613 juta.

PGE juga meluncurkan Pilot Project Green Hydrogen di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, pada Agustus lalu. Inisiatif ini menjadi langkah awal PGE dalam membangun ekosistem green hydrogen secara terintegrasi, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemanfaatan, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju industri rendah karbon.

Selain pengembangan green hydrogen, PGE mulai merintis pengembangan green data center berbasis energi panas bumi. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Framework Agreement bersama Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) serta Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi pengembangan infrastruktur digital berbasis energi panas bumi yang lebih berkelanjutan.

PGE juga dinobatkan sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar 2025 ESG Top-Rated Company versi Sustainalytics dengan skor 7,1, yang menempatkan Perseroan dalam kategori Negligible Risk. Konsistensi tersebut juga terjaga di area operasional melalui raihan PROPER Emas untuk ke-14 kalinya secara berturut-turut di Area Kamojang, serta untuk ketiga kalinya di Area Ulubelu.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement