AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

PLN Klaim Realisasi TKDN Kelistrikan Capai Rp35,32 Triliun

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Selasa, 19 Oktober 2021 19:20 WIB
PT PLN (Persero) mencatat realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor kelistrikan hingga kuartal III-2021 mencapai Rp35,32 triliun.
PLN Klaim Realisasi TKDN Kelistrikan Capai Rp35,32 Triliun (FOTO: MNC Media)
PLN Klaim Realisasi TKDN Kelistrikan Capai Rp35,32 Triliun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT PLN (Persero) mencatat realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor kelistrikan hingga kuartal III-2021 mencapai Rp35,32 triliun. Adapun total realisasi TKDN PLN mencapai Rp 74,65 triliun.


"PLN terus meningkatkan pemakaian produk dalam negeri di berbagai proyek kelistrikan demi memacu pertumbuhan industri dan perekonomian  nasional," ujar Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi, Selasa (19/10/2021).

Agung merinci capaian TKDN ini paling banyak diserap untuk pembangunan transmisi. Nilai TKDN pada sektor ini mencapai 74,2 persen. Realisasi TKDN yang digelontorkan PLN sebesar Rp 13,72 triliun. Sedangkan untuk pembangunan distribusi nilai TKDN mencapai 66,4 persen dengan realisasi sebesar Rp 4,52 triliun. 

Untuk gardu induk nilai TKDN mencapai 50,2 persen dan untuk pembangkit mencapai 29,4 persen. Realisasi TKDN untuk pembangunan gardu induk sebesar Rp 6,19 triliun dan untuk pembangkit sebesar Rp 10,89 triliun. 

Saat ini, seluruh pekerjaan material distribusi hingga transmisi dan gardu induk  sepenuhnya dilaksanakan perusahaan dalam negeri. Sementara dalam pekerjaan infrastruktur pembangkit, tantangan masih cukup besar dan baru sebagian pekerjaan  dilaksanakan perusahaan dalam negeri.

Menurutnya, sejak 2018 PLN terus meningkatkan nilai TKDN. Langkah tersebut untuk mendorong perekonomian lokal. Bahkan, perseroan menargetkan bisa mencapai nilai TKDN sampai 60 persen di 2025 mendatang. 

Adapun langkah PLN untuk mencapai target tersebut. Pertama, sinergi baik antara sesama BUMN dan pemerintah. Juga melakukan kolaborasi dengan industri lokal. Perencanaan yang matang dan melibatkan semua pihak juga menjadi kunci sukses dalam mencapai target TKDN. 

"Kami melibatkan seluruh stakeholder dalam bersinergi meningkatkan TKDN ini. Mulai dari sesama BUMN, Surveyor, Industri manufaktur, Perbankan, Asosiasi dan swasta nasional serta BPPT," tutur Agung. 

Langkah transformasi digital yang dilakukan PLN juga diterapkan pada e-procurement. PLN juga sedang menyiapkan digital dashboard yang memuat e-TKDN PLN. Dari platform digital ini untuk memudahkan pengelolaan pengadaan dan mendorong industri lokal untuk berpartisipasi memenuhi  kebutuhan PLN dan bekerjasama untuk mencapai pasokan listrik yang andal. 

Sebagai BUMN yang bertugas untuk mendorong perekonomian nasional, PLN pun berkomitmen menggunakan produk-produk dalam negeri dan juga melibatkan industri domestik dalam setiap proses bisnis yang dijalankan. 

Saat ini, PLN tengah bekerjasama dengan BPPT untuk memetakan kemampuan dan kapabilitas industri nasional untuk menetapkan Peta Jalan Peningkatan TKDN dalam industri ketenagalistrikan nasional. 

“Kami berharap PLN dapat membantu industri dalam negeri untuk terus bertahan untuk menggerakkan kembali perekonomian nasional terutama dalam masa pandemi Covid-19. PLN terus bergerak maju dan tetap optimistis dalam situasi saat ini,” terang Agung. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD