AALI
9950
ABBA
408
ABDA
0
ABMM
1560
ACES
1260
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2990
ADHI
1075
ADMF
7800
ADMG
202
ADRO
1935
AGAR
328
AGII
1475
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
186
AHAP
73
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1080
AKRA
4330
AKSI
400
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.28
0.9%
+4.55
IHSG
6643.93
0.61%
+40.13
LQ45
952.51
0.73%
+6.92
HSI
24263.66
1.11%
+266.79
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
16899.92
0.28%
+46.35
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,698 / gram

Potensi Capai Rp180 Triliun, Wapres Minta Gerakan Wakaf Lebih Masif

ECONOMICS
Giri Hartomo
Kamis, 04 Maret 2021 16:45 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, wakaf memiliki potensi yang sangat besar yaitu mencapai Rp180 triliun.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, wakaf  memiliki potensi yang sangat besar yaitu mencapai Rp180 triliun. (Fot0: MNC Media)
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, wakaf memiliki potensi yang sangat besar yaitu mencapai Rp180 triliun. (Fot0: MNC Media)

IDXChannel - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, wakaf  memiliki potensi yang sangat besar yaitu mencapai Rp180 triliun. Sayangnya, potensi besar ini masih kurang untuk didorong. 

Maaruf mengatakan, penyaluran dan pengumpulan wakaf di Indonesia baru sebatas 3M yakni Masjid, Madrasah dan Makan. Padahal wakaf uang potensinya lebih besar. 

“Wakaf uang ini lebih besar potensinya karena pertama, dia lebih fleksibel untuk bisa dinvestasikan. Kedua, orang berwakaf tidak harus besar seperti tanah sekian meter. Ini kecil dan besar,” jelasnya dalam acara "Potensi Wakaf Besar, Tapi Literasinya Rendah" yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (4/3/2021).

Hal ini juga yang menjadi salah satu alasan pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang pada 25 Januari 2021 lalu. Dalam gerakan tersebut, wakaf yang sudah disalurkan oleh masyarakat tetap harus betul-betul terjaga nilainya. 

“Kemudian pengelolaan karena wakaf harus dijaga, maka dia juga terjaga kemudian harus diinvestasikan ke tempat yang aman karena itu perlu dilakukan penanganan secara profesional dan terarah,” jelasnya

Oleh karena itu, tata cara pengumpulan dan pemanfaatanya pun harus dilakukan secara profesional. Sehingga, dana wakaf uang ini harus diinvestasikan di tempat yang aman.

“Kemudian bisa dinvestasikan melalui cara-cara yang lebih profesional jadi pengumpulan juga belum dilakukan secara profesional, secara teratur karena itu perlu digerakin. Itu makanya digerakan secara lebih masif,” kata Ma’ruf. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD