AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

PPKM Diperpanjang? Pengusaha: Tak Ada Pendapatan, PHK atau Rumahkan Karyawan

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Minggu, 08 Agustus 2021 11:27 WIB
Kalau Kebijakan PPKM Level 4 diperpanjang, pengusaha terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau merumahkan karyawan.
PPKM Diperpanjang? Pengusaha: Tak Ada Pendapatan, PHK atau Rumahkan Karyawan (FOTO: MNC Media)
PPKM Diperpanjang? Pengusaha: Tak Ada Pendapatan, PHK atau Rumahkan Karyawan (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 akan berakhir pada Senin (9/8/2021). Kalau Kebijakan ini diperpanjang, pengusaha terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau merumahkan karyawan.

Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta mengatakan jika ppkm dilanjutkan maka pemerintah tidak akan sepenuhnya menanggung beban pengusaha.

“Kalau pun ada pelonggaran atau insentif tentu tidak akan sepenuhnya  bisa membantu seluruh kebutuhan beban dari pelaku retail atau usaha untuk lebih lama, misal 1000 yang dibutuhkan tapi kan insentif hanya 100 dan tidak sepanjang waktu, dampaknya apa ya kita harus terap menanggung sisanya misal 900 itu.” kata Tutum saat dihubungi, Minggu (8/8/2021). 

Disampaikan oleh  pemerintah harus melihat beberapa konsekuensi yang telah ditegakkan, banyak perusaahan yang tidak kuat menanggung bebannya dengan maksimal.

“Apa yang selanjutnya dilakukan  kalau diperpanjang lagi bisa jadi karyawan-karyawan pasti banyak yang dirumahkan atau bahkan di-PHK atau efisiensi karyawan kalau memang sudah tidak lagi mendapatkan pendapatan,” paparnya. 

Menurutnya, efesiensi tersebut akan berujung kepada membuat blundernya ekonomi sehingga daya beli masyarakat akan menurun dan menimbulkan penurupan  gerai atau toko di pusat perbelanjaan sehingga dirinya menyebut aspek ekonomi dan kesehatan harus berjalan beriringan.

“Ekonomi dan juga kesehatan harus bergandengan, keseahatan memeang penting tapi harus diinisiasi dengan kebiasaan baru seperti prokes. Beriringan dengan itu ekonomi juga harus berjalan jangan sampai drop walaupun tidak penuh tapi ada aktivitas dan adanya perputaran  meski tak 100 persen,” tandasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD