“Saya kira itu dari saya. Kita upayakan semua pengawasan, saya kira Danantara ini adalah lembaga yang paling diawasi di Indonesia. Ada dewan pengawas, saya kira dewan pengawas kita juga cukup kuat, hampir semua Menko ada di situ, ya kan. Saya juga minta BPK masuk keluar, BPKP masuk keluar, awasi. Kejaksaan, polisi, Panglima TNI semua ikut mengawasi,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret tambahan, Prabowo mengungkapkan rencana untuk menempatkan utusan khusus di setiap perusahaan pelat merah. Menurutnya, keberadaan utusan ini penting untuk memantau langsung kinerja dan integritas pengelolaan BUMN.
“Di samping itu pun saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola,” ujarnya.
Prabowo mengibaratkan kekayaan negara yang dikelola BUMN sebagai 'darah' yang menopang kehidupan bangsa. Oleh karena itu, segala bentuk penyalahgunaan atau kebocoran anggaran harus dihentikan demi keberlangsungan ekonomi nasional.