“Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar 5-6 juta, jadi kesini semakin murah. Dan itu akan diupayakan untuk pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi,” kata Bahlil.
Meski demikian, skema bantuan atau subsidi masih akan dibahas oleh Satgas yang baru dibentuk. “Semacam begitu, tapi nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru dibentuk, baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga rencananya lebih-lebih betul-betul presisi,” ujarnya.
Untuk target jumlah motor yang akan dikonversi pada 2026, Bahlil belum memberikan angka pasti karena tim Satgas masih menyusun rencana kerja.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga mengungkapkan rencana pembangunan fasilitas penyimpanan energi (energy storage) yang kemungkinan akan dibangun di wilayah Sumatera.
Namun ia belum merinci lokasi pastinya. Pulau Nipah disebut kemungkinan kecil menjadi lokasi karena keterbatasan luas wilayah. “Storage kemungkinan di Sumatera, tapi lokasinya masih akan kita cek lagi,” kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)