Selain belanja barang, sektor infrastruktur juga mendapat guyuran dana besar. Belanja modal tercatat melesat 400,5 persen menjadi Rp15,3 triliun. Dana ini dialokasikan untuk pembangunan jalan, irigasi, jaringan, serta pengadaan mesin guna memacu pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, belanja pegawai tumbuh 24,2 persen mencapai Rp45,1 triliun. Selain karena rekrutmen ASN baru, kenaikan ini dipicu oleh perubahan skema pembayaran tunjangan guru non-PNS.
“Kalau sebelumnya triwulanan berarti baru dibayar Maret. Sekarang dibayar bulanan, Januari dibayar, Februari dibayar, Maret juga dibayar. Jadi terlihat seperti lonjakan di awal tahun, padahal itu perubahan mekanisme pembayaran,” ujar Suahasil.
Realisasi bantuan sosial (bansos) juga mengalami peningkatan menjadi Rp27 triliun, naik 4,3 persen. Percepatan ini mencakup penyaluran KIP Kuliah serta PKH tahap pertama yang sudah dimulai sejak Januari.
Sementara itu, belanja Non-K/L yang mencapai Rp191 triliun dipengaruhi oleh pembayaran manfaat pensiun (Rp36,6 triliun untuk 3,7 juta jiwa), pembayaran bunga utang secara tepat waktu, dan pembayaran kompensasi BBM dan listrik.
(Rahmat Fiansyah)