AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Progres Sudah Mencapai 80 Persen, Ini Fokus Pengerjaan Kereta Cepat JKT-BDG

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Senin, 08 November 2021 09:51 WIB
Progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung diklaim telah mencapai lebih dari 80 persen.
Progres Sudah Mencapai 80 Persen, Ini Fokus Pengerjaan Kereta Cepat JKT-BDG. (Foto: MNC Media)
Progres Sudah Mencapai 80 Persen, Ini Fokus Pengerjaan Kereta Cepat JKT-BDG. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung diklaim telah mencapai lebih dari 80 persen. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kini tengah fokus menjalankan program pengerjaan prioritas yang berfokus dalam pengerjaan tunnel hingga elevated track.

“Prioritas kami saat ini untuk progres pembangunan kereta cepat  adalah pengerjaan tunnel, elevated track dan juga subgrade. Di samping itu kami mendorong penyelesaian konstruksi stasiun.” kata GM Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (8/11/2021). 

Soraya menuturkan setelah pemasangan girder box pada rangkaian trainset, KCIC akan fokus dalam melakukan persiapan menjelang operasional. Mulai dari pengecekan sistem elektrik hingga kereta yang akan digunakan.

“Seperti pengecekan  Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta yang akan digunakan ketika operasional saat ini sedang dalam tahap produksi di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang yang berada di Qingdao, Tiongkok,” katanya. 

Termasuk pembuatan Comprehensive Inspection Train (CIT) atau Kereta Inspeksi yang nanti digunakan untuk mengecek dan memastikan keamanan jalur kereta cepat.

“Kami juga bersama kementerian terkadang  sedang melakukan pembahasan dan harmonisasi Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan. Termasuk melakukan pelatihan SDM hingga pembuatan SOP sebagai bagian dari persiapan Operation Maintenance Readiness,” tambahnya.

Sebagai informasi, KCIC menargetkan operasional KCJB  agar bisa digunakan  pada akhir 2022.

“Kami berharap KCJB bisa selesai sesuai dengan penugasan dan target. Sehingga KA Cepat yang ramah lingkungan* bisa menjadi salah satu moda transportasi pilihan dan memberikan layanan terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD