AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Proyek LNG Tangguh di Papua Capai 90 Persen, Rampung Maret 2023

ECONOMICS
Athika Rahma
Jum'at, 24 Juni 2022 10:45 WIB
Proyek pembangunan Train 3 LNG Tangguh milik British Petroleum (BP) di Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat sudah mencapai 90 persen.
Proyek LNG Tangguh di Papua Capai 90 Persen, Rampung Maret 2023 (FOTO: MNC Media)
Proyek LNG Tangguh di Papua Capai 90 Persen, Rampung Maret 2023 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Proyek pembangunan Train 3 LNG Tangguh milik British Petroleum (BP) di Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat sudah mencapai 90 persen. Fasilitas produksi dan penjualan LNG ini ditargetkan rampung Maret 2023.

Direktur Jenderal Minyak Dan Gas Bumi Tutuka Ariadji memastikan, proyek pembangunan Train 3 LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, rampung pada Maret 2023 mendatang.

Setelah meninjau langsung dan berdiskusi dengan pekerja di sana, Tutuka optimis pembangunan fasilitas Train 3 dapat diselesaikan sesuai target yang sudah disepakati yakni pada kuartal I Tahun 2023.

"Kami optimis pembangunan train 3 akan selesai pada waktunya. Progress pembangunan Train 3 sudah bagus, sudah mencapai 90% lebih," ungkap Tutuka dalam keterangannya, dikutip Jumat (24/6/2022).

Senada dengan Direktur Jenderal Migas, Kepala Satuan Kerja Hulu Minyak Dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soecipto juga mengatakan, pihaknya mendapatkan rencana dari BP mengenai Tangguh Train 3 terkait persiapan startup dan onstream.

"Itu rencana dari BP, nah kita datang kesini mencari upaya-upaya untuk bisa mempercepat," ungkap Dwi.

Dwi juga menyoroti dua area kritis yang harus diprioritaskan untuk segera diselesaikan pekerjaannya agar target dapat selesai tepat waktu.

"Kita menyarankan adanya prioritas didalam tenaga kerja untuk lebih mefokuskan dan menangani yang critical part, area critcal part tersebut yakni, pertama di area degreasing di unit agru, kedua di kompresor," ujar Dwi.

Dua area tersebut menjadi prioritas untuk diselesaikan segera dengan menambah jumlah pekerja untuk mengerjakannya.

"Kedua area ini membutuhkan pekerja tambahan dan itu yang kita harapkan kepada EPC Contractor dan untuk bisa menyiapkan pekerja lebih banyak dan memprioritaskan untuk bisa segera diselesaikan," jelas Dwi.

Sebagai informasi tambahan, Proyek LNG Tangguh adalah proyek produksi dan penjualan LNG yang telah direalisasikan dalam bentuk joint ventures antara British Petroleum sebagai operator, pemerintah Indonesia, kontraktor, dan, khususnya masyarakat lokal Papua Barat. Proyek ini menghasilkan LNG dari ladang gas Wiriagar, Berau, dan Muturi, di Teluk Bintuni, Papua Barat dengan luas 5.966,9 km2.

Produksi Gas Bumi Rata-rata Lapangan Tangguh tahun 2021 sebesar 1.312 MMSCFD, dan status per 14 Juni 2022 sebesar 1.162 MMSCFD.

Produksi LNG dimulai pada Juni 2009, dan kargo LNG pertama dikirim pada Juli 2009. Proyek LNG Tangguh menghasilkan 7,6 juta ton LNG setiap tahunnya melalui Train 1 dan 2.

Saat ini sedang dikembangkan proyek Train 3, dengan estimasi nilai investasi sebesar US$ 8,9 miliar dan akan menghasilkan 3,8 juta ton LNG per tahun. Hasil produksi Train 3 akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan gas domestik termasuk untuk pembangkit listrik PT PLN. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD