AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22266.17
2.52%
+547.11
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Pulihkan Ekonomi, Khofifah Ajak Masyarakat Konsumsi Produk Lokal

ECONOMICS
Lukman Hakim
Selasa, 24 Mei 2022 10:57 WIB
Produk tersebut bukan hanya barang, tapi juga obyek wisata, baik wisata alam maupun wisata budaya.
Pulihkan Ekonomi, Khofifah Ajak Masyarakat Konsumsi Produk Lokal (FOTO:MNC Media)
Pulihkan Ekonomi, Khofifah Ajak Masyarakat Konsumsi Produk Lokal (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat untuk membeli dan memakai produk lokal

Produk tersebut bukan hanya barang, tapi juga obyek wisata, baik wisata alam maupun wisata budaya. Hal itu disampaikan Khofifah saat acara misi dagang antara Jatim dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Pangkal Pinang, Selasa (24/5/2022). 

Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, terang Khofifah, gejolak perekonomian global dapat diatasi dengan strategi membelanjakan uang, baik Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), swasta, maupun masyarakat untuk membeli produk dalam negeri. 

“Minimal 40 persen belanja pemerintah pusat dan daerah, serta belanja barang dan modal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus dialokasikan untuk membeli produk dalam negeri, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ungkapnya.

Menurut Khofifah, ini juga merupakan bentuk tindak lanjut atas target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat kepada Jatim agar membelanjakan APBD untuk Produk Dalam Negeri (PDN) dan UMKM sebesar Rp26,8 triliun di tahun 2022.  Target belanja PDN tersebut merupakan bagian dari target belanja APBN dan APBD untuk UMKM dan PDN sebesar Rp400 triliun dari seluruh kementerian dan pemerintah daerah. 

"Di momen yang sangat baik ini, kembali saya mengajak kita bersama saatnya gotong royong memulihkan perekonomian rakyat melalui belanja produk-produk lokal. Baik dari sisi APBD maupun dari masyarakat juga," tandas Khofifah.

Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, sebanyak 93,37 persen atau 9,13 juta unit UMKM di Jatim ditopang oleh Usaha Mikro. Sedangkan 5,92 persen atau 579.567 unit merupakan Usaha Kecil, yakni yang memiliki pendapatan antara Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar per tahun.

Sisanya, yang tergolong Usaha Menengah dengan penghasilan lebih dari Rp2,5 miliar per tahun, berkisar 0,70 perse n atau 68.835 unit. "Ini berarti Usaha Mikro merupakan penopang utama di Jatim," pungkas Khofifah.

Khofifah lantas mencontohkan Kota Surabaya, yang saat ini  tengah menggelar rangkaian acara menyambut Hari Jadi Kota Surabaya pada tanggal 31 Mei. Acara pertama yang digelar mulai awal Mei adalah Surabaya Shopping Festival. Festival belanja ini diselenggarakan serentak di 39 mal di Kota Surabaya bekerja sama dengan Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

Kemudian Festival Rujak Uleg 2022 yang melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner di Kota Pahlawan. Diikuti sebanyak 700 peserta  Festival Rujak Uleg 2022 dengan beragam kostum unik.  Pesertanya pun beragam, mulai dari dinas-dinas yang ada di lingkup Pemerintah Kota Surabaya, perusahaan swasta, BUMN, Kecamatan, Kelurahan, Komunitas, perwakilan kota sahabat serta perwakilan negara sahabat. "Saya berharap ajang ini dapat menjadi kebangkitan perekonomian masyarakat Jatim khususnya UMKM  di Kota Surabaya," ujarnya.  

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD