"Ekonomi global akan lebih baik dibanding bulan sebelumnya, prospek kita semakin bagus dan kalau prospek bagus, kepastian global meningkat, artinya investor-investor global mulai melirik negara yang sedang berkembang atau menciptakan pertumbuhan tinggi seperti Indonesia," kata Purbaya.
Ekspektasi penguatan Mata Uang Garuda ke teritori Rp17.000-an per USD. ini juga sejalan dengan rilis proyeksi terbaru dari lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings.
Dalam laporan terbarunya, S&P memperkirakan nilai tukar rupiah sepanjang 2026 akan bergerak stabil dengan nilai rata-rata berada di level Rp17.700 per USD. Sementara itu, optimisme ini juga terkonfirmasi oleh pergerakan pasar spot terkini.
Berdasarkan Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 82 poin atau sekitar 0,45 persen ke level Rp17.986 per USD pada perdagangan hari ini.
(NIA DEVIYANA)