Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan Senin sore (18/5/2026), mata uang Garuda bertengger di level Rp17.667 per USD.
Posisi tersebut mencerminkan pelemahan sekitar 0,40 persen jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan pekan lalu yang berada di level Rp17.597 per USD.
Bahkan, di pasar spot intra-hari, rupiah sempat tertekan lebih dalam hingga menyentuh level kisaran Rp17.660 per USD akibat kombinasi tingginya permintaan valas musiman di dalam negeri serta bertahannya sentimen suku bunga tinggi (higher for longer) dari Bank Sentral AS.
(NIA DEVIYANA)