Data-data inilah yang kemudian disodorkan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan.
"Jadi kebijakan (tidak menaikan BBM) kemarin itu semuanya sudah mendapat arahan. Jadi kadang-kadang kita menjalankan saja. Kadang-kadang kalau ditanya kita kasih opsi," tuturnya.
Proses dialog antara tim ekonomi dan Presiden dilakukan secara bertahap melalui serangkaian rapat koordinasi guna memastikan ketahanan APBN tetap terjaga meskipun harga minyak melonjak.
"Jadi waktu misalnya BBM kemarin, Presiden tanya begini, bagaimana dampaknya? (Saya jawab) Oke Pak, saya hitung dulu. Dia bilang oke kami hitung. Meeting berikutnya kita buat hitungannya. Harga USD80 per barel gimana? Segini. Harga USD90? segini. Harga USD100? segini," kata Purbaya.
(NIA DEVIYANA)