Selain konsumsi masyarakat, komponen investasi turut menyumbang 1,79 persen terhadap total pertumbuhan. Sementara itu, belanja pemerintah memberikan kontribusi sebesar 1,26 persen.
Purbaya menjelaskan bahwa angka-angka tersebut didapat dari hasil perhitungan pertumbuhan tiap komponen terhadap pangsa PDB.
“Kontribusi pertumbuhan dihitung dari pertumbuhan masing-masing komponen dikalikan dengan pangsanya terhadap perekonomian. Dari perhitungan tersebut, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Terkait pertumbuhan belanja pemerintah yang tinggi, Purbaya menegaskan bahwa pihaknya sengaja mendorong penyerapan APBN sejak awal tahun sebagai bagian dari transformasi pola realisasi anggaran.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang seringkali menumpuk di akhir tahun, belanja negara kini diarahkan agar terealisasi lebih cepat demi memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang merata sejak kuartal pertama.