AALI
9950
ABBA
408
ABDA
0
ABMM
1560
ACES
1260
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2990
ADHI
1075
ADMF
7800
ADMG
202
ADRO
1935
AGAR
328
AGII
1475
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
186
AHAP
73
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1080
AKRA
4330
AKSI
400
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.28
0.9%
+4.55
IHSG
6643.93
0.61%
+40.13
LQ45
952.51
0.73%
+6.92
HSI
24254.86
1.08%
+257.99
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
0.00
-100%
-16853.57
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,818 / gram

Raja Salman Pecat Kepala Keamanan Publik, Diduga Lakukan Pelanggaran

ECONOMICS
Berlianto
Rabu, 08 September 2021 07:40 WIB
Raja Salman memerintahkan pemecatan terhadap Letnan Jenderal Khaled al-Harbi, kepala Keamanan Publik Kerajaan.
Raja Salman Pecat Kepala Keamanan Publik, Diduga Lakukan Pelanggaran (FOTO:MNC Media)
Raja Salman Pecat Kepala Keamanan Publik, Diduga Lakukan Pelanggaran (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud telah memerintahkan pemecatan terhadap Letnan Jenderal Khaled al-Harbi, kepala Keamanan Publik Kerajaan. Bukan hanya itu, Raja Salman juga memerintahkan dilakukan penyelidikan. 

Al-Harbi telah dipaksa pensiun sementara penyelidikan telah dibuka atas pelanggaran yang dia lakukan selama perannya sebagai kepala keamanan publik, menurut dekrit resmi kerajaan yang diterbitkan kantor berita milik negara, Saudi Press Agency. 

"Al-Harbi telah melakukan pelanggaran dengan tujuan menyita uang publik untuk penggunaan pribadi," bunyi dekrit kerajaan yang dikeluarkan pada awal pekan ini, seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (8/9/2021). 

Ia juga dituduh melakukan sejumlah kejahatan, termasuk pemalsuan, penyuapan dan penyalahgunaan pengaruh dengan partisipasi delapan belas orang dari sektor publik dan swasta. 

Komisi Nasional Anti-Korupsi (Nazaha) Arab Saudi diharapkan menyelesaikan prosedur penyelidikan dengan semua yang terlibat dalam kasus korupsi terhadap al-Harbi dan mereka yang terkait dengannya. 

Sebelumnya pada hari itu, Nazaha telah memulai 20 kasus baru dalam beberapa pekan terakhir, termasuk beberapa yang melibatkan mantan pejabat keamanan di kementerian dalam negeri dan penjaga nasional.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD