AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Realisasi Belanja Kementerian PUPR Kuartal Pertama Capai Rp24,2 Triliun

ECONOMICS
Giri Hartomo/Okezone
Senin, 12 April 2021 20:01 WIB
Kementerian ini berhasil mencapai realisasikan belanja di kuartal pertama mencapai Rp24,5 triliun.
Realisasi Belanja Kementerian PUPR Kuartal Pertama Capai Rp24,2 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Keuangan memberikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atas realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kementerian ini berhasil mencapai realisasikan belanja di kuartal pertama mencapai Rp24,5 triliun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, mengatakan, pada kuartal I-2021, realisasi penyerapan anggaran Kementerian PUPR menncapai Rp24,2 triliun. Angka ini setara 16,2% dari target tahun ini.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja penyerapan belanja modal dari Kementerian PUPR yang sampad engan Maret 2021 telah berhasil 24,2 triliun atau 16,2% dari target secarda keseluruhan,” ujarnya dalam acara penandatanganan proyek KPBU Jalintim Riau, Senin (12/4/2021).  

Sementara itu, pada tahun lalu penyerapan anggaran Kementerian PUPR hanya sebesar Rp9,6 triliun saja hingga kuartal I-2021. Angka tersebut setara dengan 12.7% dari target yang ditetapkan.

“Ini harus dicatat karena dibandingkan dengan tahun lalu, yang saat ini 2021 penyerapan PUPR itu hanya mencapai 9,6 triliun atau 12,7%,” jelasnya.

Menurut Luky, realisasi anggaran ini sangat penting karena bisa mendongkrak perekonomian negara di tengah pandemi covid-19. Tak hanya itu, realisasi anggaran ini juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan lewat pembangunan infrastruktur. 

Menunjuk pada pentingnya kegiatan konstruksi pada masa recovery ekonomi seperti saat ini. Selain konstruksi KPBU yang tidak memerlukan belanja APBN.

Sebagaimana diketahui, proyek jalan baik tol maupun non tol merupakan salah satu proyek infrastruktur yang banyak memberikan manfaat ekonomi khususnya membuka lapangan kerja. 

Manfaat ekonomi dalam jangka menengah panjang penggunaan jalan akan berpengaruh pada perkembangan wilayah dan peningkatan ekonomi serta peningkatan mobilitas dan aksesbilitas masyarakat dan juga barang atau logistik.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Kementerian PUPR atas kinerja belanja modal yang secara kongkrit dan ril akan menggerakan perekonomian menciptakan lapangan pekerjaan. Selamat kepada pak Menteri dan seluruh jajaran. Dan insya Allah bisa diteruskan terus,” jelasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD