Meski demikian, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih agresif yakni sebesar 16,2 persen (yoy) dengan nilai Rp240,6 triliun.
Pertumbuhan PMDN yang signifikan ini dipicu oleh meningkatnya kepercayaan pasar domestik serta efektivitas regulasi baru yang mempermudah akses perizinan bagi pengusaha lokal.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, aktivitas investasi di kuartal ini berhasil menciptakan lapangan kerja baru bagi 754.186 orang, atau meningkat tajam hampir 30 persen dibanding periode sebelumnya.
Menteri Rosan menyebut, kualitas investasi tidak hanya dilihat dari besarnya nilai nominal, tetapi sejauh mana investasi tersebut mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan lapangan kerja.
"Dan paling penting ini yang ingin saya sampaikan adalah penyetaraan pekerjaannya karena ini adalah tugas utama pemerintah. Ini adalah hal yang paling penting yang paling esensial yang dimana menjadikan parameter-parameter kita dalam kita melihat investasi yang masuk ke Indonesia," katanya.