IDXChannel - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi di bidang hilirisasi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Rosan memaparkan, nilai tersebut setara dengan 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional tahun 2025 yaitu Rp1.931,2 triliun.
Dia menegaskan peran strategis hilirisasi adalah sebagai motor utama pertumbuhan industri dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.
"Hilirisasi sudah mulai berjalan berjalan dengan baik, ini tidak hanya mineral, sekarang kita lebih ke perkebunan. Sekarang nilainya, di sektor kehutanan, gas bumi, ini akan meningkat," ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Saat ini, hilirisasi mineral masih menjadi kontributor terbesar dengan total investasi Rp373,1 triliun. Jika dirinci, nikel mendominasi sebesar Rp185,2 triliun, diikuti tembaga Rp65,9 triliun, bauksit Rp53,1 triliun, besi baja Rp39,2 triliun, timah Rp11,3 triliun, serta komoditas mineral lainnya seperti pasir silika, emas, perak, kobalt, mangan, batubara, dan aspal Buton sebesar Rp18,4 triliun.