Menurut Prabowo, manajemen yang terpusat menjadi kunci untuk meningkatkan kinerja perusahaan milik negara yang sebelumnya tersebar dalam banyak entitas.
“Ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini, bahwa tidak mungkin satu manajemen yang baik kalau tidak berada dalam satu kendali, satu tangan, dan satu manajemen,” ujarnya.
Prabowo mengungkapkan sebelumnya ia mengira jumlah perusahaan negara yang harus dikelola sekitar 250 entitas. Namun setelah ditelusuri, jumlahnya ternyata mencapai lebih dari seribu perusahaan jika termasuk anak, cucu, hingga cicit perusahaan.
“Tidak mungkin kita mengelola 250 perusahaan. Bahkan ternyata saya baru tahu bukan 250, tetapi lebih dari seribu perusahaan. Tidak ada pelajaran manajemen di mana pun di dunia bahwa satu manajemen bisa mengelola seribu entitas,” tuturnya.
Kepala Negara juga menyoroti sejarah pembentukan perusahaan negara sejak awal kemerdekaan yang bertujuan membangun industri strategis nasional, mulai dari industri tekstil, kertas, hingga farmasi.