Namun seiring waktu, banyak BUMN berkembang dengan membentuk berbagai anak perusahaan yang jumlahnya semakin besar.
Ia mencontohkan PT Pertamina (Persero) yang disebut memiliki sekitar 200 anak dan cucu perusahaan. Prabowo menilai konsolidasi manajemen melalui Danantara diperlukan agar pengelolaan aset negara lebih efisien dan transparan.
“Anehnya lagi, ada peraturan yang lebih aneh, kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya cucu perusahaan tidak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?” papar Presiden.
Dengan kondisi tersebut, Prabowo semakin yakin bahwa pendirian Danantara merupakan langkah yang tepat, terutama untuk mengamankan aset-aset negara yang sangat besar dan tersebar di berbagai BUMN.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian saat ini masih jauh dari target ideal yang ingin dicapai pemerintah. Menurutnya, perusahaan yang sehat seharusnya memiliki tingkat pengembalian aset minimal 10 persen.