AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

RI Bikin Silicon Valley di Sukabumi, Ini Manfaatnya

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Jum'at, 09 April 2021 13:50 WIB
Pemerintah sedang membangun kawasan industri riset dan teknologi 4.0 (ristek) di Sukabumi, Jawa Barat.
RI Bikin Silicon Valley di Sukabumi, Ini Manfaatnya (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah sedang membangun kawasan industri riset dan teknologi 4.0 (ristek) di Sukabumi, Jawa Barat. Diberinama Bukit Algoritma, kawasan ini mirip seperti silicon valley di California, Amerika Serikat.

Pembangunan industri itu di atas lahan seluas 888 hektare (ha). Adapun nilai investasi yang pembangunan proyek mencapai Rp18 triliun yang dikerjakan BUMN konstruksi, PT Amarta Karya (Persero) atau Amka, yang resmi ditunjuk sebagai kontraktor. 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mencatat, jika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini bisa menarik minat investasi dengan penerapan teknologi 4.0, maka diyakini tidak saja berdampak pada efisiensi, daya saing dan kenaikan output produksi, namun juga terhadap peringkat inovasi Indonesia di level dunia.

"Jika KEK ini beroperasi dan bisa menarik investasi dengan penerapan teknologi 4.0 maka dampaknya bukan hanya pada efisiensi, daya saing dan kenaikan output produksi tapi juga dampak terhadap peringkat inovasi Indonesia di level dunia," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (9/4/2021). 

Berdasarkan data Global Innovation Index pada 2020, peringkat Indonesia ada di urutan ke-85 dari 131 negara. Komponen infrastruktur menduduki peringkat 80. Kemudian peringkat innovation linkages atau jaringan inovasi antara lembaga penelitian dan perusahaan ada di urutan ke-71. 

"Dengan adanya KEK industri 4.0 bisa ditingkatkan lagi," katanya. 

Sementara itu, terkait hak paten para peneliti yang nantinya bergabung dalam tim riset Bukit Algoritma, Bhima menilai, hal itu harus dijamin oleh pemerintah. Dimana, langkah itu ditempuh dengan proses pendaftaran hak paten secara cepat. 

Jika hal itu dilakukan, maka akan menguntungkan para periset dan semakin banyak talent riset Indonesia yang berkembang.

"Data juga menyebutkan bahwa jumlah peneliti dibandingkan 1 juta populasi di Indonesia baru 216 orang, termasuk rendah karena kurangnya perlindungan terhadap paten dan insentif yang dibutuhkan. Sebagai perbandingan Malaysia memiliki 2.396 orang peneliti per 1 juta penduduk," tutur dia. 

Di lain kesempatan, Direktur Utama AMKA Nikolas Agung menyebut, pembangunan proyek pada tahap pertama akan dilakukan selama tiga tahun ke depan, dengan nilai total diperkirakan 1 miliar euro atau setara Rp18 triliun.

Pembangunan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas ekonomi 4.0, peningkatan pendidikan dan penciptaan pusat riset dan development untuk menampung ide anak bangsa, serta meningkatkan sektor pariwisata di kawasan setempat.

Selain itu, pengembangan KEK Sukabumi juga diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur pertumbuhan tangguh berkelanjutan dan pembangunan SDM berbasis iptek. "Ini merupakan salah satu alat dukung penuh pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional (PEN)," katanya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD