sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

RI Dapat Tarif Nol Persen untuk Produk Tekstil ke AS, Beri Manfaat 4 Juta Pekerja

Economics editor Binti Mufarida
20/02/2026 11:40 WIB
AS memberlakukan tarif impor nol persen untuk produk tekstil Indonesia melalui mekanisme tariff-rate quota (TRQ).
RI Dapat Tarif Nol Persen untuk Produk Tekstil ke AS, Beri Manfaat 4 Juta Pekerja. (Foto: iNews Media Group)
RI Dapat Tarif Nol Persen untuk Produk Tekstil ke AS, Beri Manfaat 4 Juta Pekerja. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi meneken perjanjian perdagangan bersejarah antara kedua negara di Washington DC, pada Kamis (19/2/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani Indonesia dan Amerika Serikat akan memberikan manfaat signifikan bagi pekerja di sektor tekstil

Dalam perjanjian tersebut, AS memberikan tarif impor nol persen untuk produk tekstil dan pakaian jadi asal Indonesia.

Salah satu poin utama dalam dokumen tersebut adalah komitmen AS untuk memberlakukan tarif impor nol persen melalui mekanisme tariff-rate quota (TRQ), yang rincian teknisnya akan diatur lebih lanjut.

Pembebasan tarif impor ini diharapkan membuat produk tekstil dan pakaian jadi Indonesia lebih kompetitif di pasar AS dibanding negara lain. Dampaknya, kapasitas produksi berpotensi meningkat sekaligus menjaga penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut.

"Hal ini tentunya memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini. Dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini akan sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," kata Airlangga dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini akan membantu industri tekstil dan pakaian jadi Indonesia memperluas penetrasi ke pasar AS, yang disebutnya berukuran sekitar 28 kali lebih besar dibanding pasar domestik Indonesia. Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) hingga 10 kali lipat dalam 10 tahun mendatang.

"Indonesia merencanakan untuk mengembangkan ekspor industri tekstil dari sekitar USD4 miliar ke USD40 miliar dalam 10 tahun, jadi saya pikir pembukaan pasar ini sangat perlu untuk industri Indonesia," tutur Airlangga.

Kesepakatan ini merupakan hasil proses negosiasi intensif sejak pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS pada April 2025. 

Awalnya Indonesia dikenakan tarif sebesar 32 persen oleh AS. Setelah proses negosiasi, disepakati tarif resiprokal 19 persen sebagai dasar. Namun, Indonesia berhasil mengamankan tarif 0-10 persen untuk produk tertentu melalui perjanjian.

(Febrina Ratna Iskana) 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement