AALI
9950
ABBA
408
ABDA
0
ABMM
1560
ACES
1260
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2990
ADHI
1075
ADMF
7800
ADMG
202
ADRO
1935
AGAR
328
AGII
1475
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
186
AHAP
73
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1080
AKRA
4330
AKSI
400
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.28
0.9%
+4.55
IHSG
6643.93
0.61%
+40.13
LQ45
952.51
0.73%
+6.92
HSI
24254.86
1.08%
+257.99
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
0.00
-100%
-16853.57
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,818 / gram

RI Punya Pabrik Baterai, Bahlil: Kita Fokus Kembangkan Hilirisasi

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Jum'at, 17 September 2021 15:37 WIB
Pemerintah melakukan pengembangan proses investasi dan hilirisasi dengan membuat pabrik atau industri khususnya di bidang investasi baterai.
Pemerintah melakukan pengembangan  proses investasi dan hilirisasi dengan membuat pabrik atau industri khususnya di bidang investasi baterai. (Foto: MNC Media)
Pemerintah melakukan pengembangan proses investasi dan hilirisasi dengan membuat pabrik atau industri khususnya di bidang investasi baterai. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Bahlil Lahadalia mengatakan Kementerian investasi tengah fokus untuk melakukan pengembangan  proses investasi dan hilirisasi dengan membuat pabrik atau industri khususnya di bidang investasi baterai.

"Terkait dengan investasi hari ini mau menyampaikan saja yang telah negara lakukan dari Kementerian investasi terkait dengan proses hilirisasi industri khususnya di negeri ini mulai dari penandatanganan kerja sama di Korea bersama hyundai di 2020 kami menekan kerja sama dengan Hyundai untuk negosiasi," kata Bahlil melalui keterangan virtual, Jumat (17/9/2021) 

Menurutnya, pihak Kementerian Investasi memastikan untuk produksi mobil listrik di Indonesia beroperasi paling  lambat di bulan Mei 2022 yang sebelumnya untuk ground breakingnya sudah dilakukan di beberapa pekan sebelumnya. 

"Bulan Mei paling lambat, insya Allah sudah produksi. Jadi mobilnya sudah paten nanti kita akan produksi, sudah mencapai 80 % dan hampir sudah 100% dan bukan baru mei  atau akan tapi kita sudah mulai,"ungkapnya. 

Dirinya mengaku untuk investasi pabrik baterai bersama Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution sudah dibangun di kawasan Karawang, Jawa Barat.

"Mobil listrik akan diproduksi di bulan Mei 2022 buatan hyundai  dan kami menerjemahkan transportasi ekonomi dari pak Jokowi. Pabrik baterai sel listrik tersebut nantinya akan mensuplai kendaraan-kendaraan listrik milik Hyundai. Kapasitas produksinya sebesar 10 giga watt hour,” paparnya. 

Meskipun demikian, dirinya menyampaikan  di era pandemi Covid-19 saat ini harus mengubah pola pikir dari bahan ekspor bahan baku menjadi bahan jadi  pungkasnya.

"Tidak ada yang berkembang lebih cepat jika kita tidak memberdayakan Sumber daya Alam. Ini pertama kali di Indonesia,  Asia dan jika dari tambangnya dibenahi maka itu akan menjadi yang pertama di Dunia,” tandasnya. 

Sebagai catatan, Hyundai telah berinvestasi 1,55 miliar dollar AS atau sekitar Rp 21 triliun untuk membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Kesepakatan investasi ditandatangani 2019 dan disusul dengan pembangunan. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD