AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Ribuan Buruh di Sumut Geruduk Kantor Gubernur, Tuntut Revisi UMP 2022

ECONOMICS
Wahyudi Aulia Siregar
Senin, 06 Desember 2021 12:10 WIB
Ribuan Buruh di Sumut mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Utara untuk menuntut revisi UMP 2022.
Ribuan Buruh di Sumut Geruduk Kantor Gubernur, Tuntut Revisi UMP 2022(Dok.MNC Media)
Ribuan Buruh di Sumut Geruduk Kantor Gubernur, Tuntut Revisi UMP 2022(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Ribuan Buruh di Sumut mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro, Kota Medan, Senin (6/12/2021) siang. Mereka datang untuk menyatakan protes atas penetapan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Utara 2022 yang hanya naik 0,93 persen menjadi Rp2.552.609.

Dalam aksinya mereka meminta agar Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi merevisi kenaikan UMP tersebut menjadi 7 persen. 

"Revisi UMP dan UMK tahun 2022 sebesar 7 persen," demikian salah satu tuntutan yang mereka tuliskan pada spanduk.

Selain menuliskan tuntutan dalam spanduk, massa juga meminta agar Edy Rahmayadi peduli terhadap kalangan buruh. Kenaikan UMP yang hanya 0,93 persen menurut mereka merupakan bentuk tidak berpihaknya Edy Rahmayadi terhadap mereka yang semakin susah akibat kondisi ekonomi yang terdampak pandemi covid-19.

Karena itu, tahun 2022 menurut mereka kaum buruh seharusnya menerima upah yang lebih baik. Apalagi tahun sebelumnya tidak ada kenaikan UMP di Sumatera Utara dimana saat itu Gubernur Edy beralasan hal itu karena pandemi covid-19.

"Kami kemarin kan milih bapak, tolong lah pak. Kalau upah dinaikkan pertumbuhan ekonomi semakin naik, karena yang paling banyak belanja itu buruh. Sekarang kenaikan upah itu bukan karena COVID, tapi karena aturan," teriak salah seorang orator mereka.

Aksi buruh ini diikuti oleh ratusan buruh hingga membuat ruas jalan Diponegoro tidak dapat dilalui. Pihak kepolisian mengalihkan arus lalu lintas ke sejumlah ruas jalan lain di seputar lokasi.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD