IDXChannel - Rio Tinto Group memulai kembali pembicaraan untuk membeli Glencore Plc guna menciptakan perusahaan pertambangan terbesar di dunia.
Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (9/1/2026), perusahaan gabungan tersebut akan memiliki nilai pasar sekitar USD200 miliar atau sekitar Rp3.500 triliun.
Rio Tinto sempat menjajaki untuk mengakuisisi Glencore sekitar setahun lalu, namun pembicaraan antara keduanya gagal saat itu.
"Kedua perusahaan tengah membahas potensi penggabungan sebagian atau seluruh bisnis mereka," kata mereka dalam pernyataan terpisah pada Kamis.
Penggabungan kedua perusahaan akan menjadi kesepakatan terbesar yang pernah ada di industri pertambangan dunia. Tren merger dan akuisisi tengah meningkat di sektor tersebut.
Glencore dan Rio Tinto sama-sama memiliki aset tembaga yang besar, dan transaksi potensial akan menciptakan raksasa pertambangan baru untuk menyaingi BHP Group, yang telah lama memegang gelar penambang terbesar.
Rio Tinto memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD137 miliar, sedangkan Glencore bernilai USD70 miliar.
Namun, upaya merger kedua perusahaan kemungkinan tidak berjalan mulus. Glencore adalah salah satu produsen batu bara terbesar di dunia, bisnis yang telah ditinggalkan Rio Tinto. Selain itu, kedua perusahaan memiliki budaya yang sangat berbeda.
Kedua perusahaan mengadakan diskusi 2024, tetapi pembicaraan tersebut dihentikan setelah mereka gagal mencapai kesepakatan mengenai valuasi. (Wahyu Dwi Anggoro)