Glencore dan Rio Tinto sama-sama memiliki aset tembaga yang besar, dan transaksi potensial akan menciptakan raksasa pertambangan baru untuk menyaingi BHP Group, yang telah lama memegang gelar penambang terbesar.
Rio Tinto memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD137 miliar, sedangkan Glencore bernilai USD70 miliar.
Namun, upaya merger kedua perusahaan kemungkinan tidak berjalan mulus. Glencore adalah salah satu produsen batu bara terbesar di dunia, bisnis yang telah ditinggalkan Rio Tinto. Selain itu, kedua perusahaan memiliki budaya yang sangat berbeda.
Kedua perusahaan mengadakan diskusi 2024, tetapi pembicaraan tersebut dihentikan setelah mereka gagal mencapai kesepakatan mengenai valuasi. (Wahyu Dwi Anggoro)