"Jadi, mereka sudah memperkirakan pergerakan dari mata uang kita, kita pada saat mereka berinvestasi ke Indonesia. Jadi pergerakan itu masih dalam range yang sangat-sangat acceptable," lanjutnya.
Pada kesempatan itu, Rosan menampik pertumbuhan investasi asing yang melambat sepanjang 2025. Tercatat realisasi investasi asing pada 2025 sebesar Rp900,9 triliun alias hanya tumbuh 0,1 persen secara tahunan (yoy).
Di mana porsi investasi asing turun menjadi 46,6 persen bukan karena minat investor yang melambat. Akan tetapi pertumbuhan investasi dalam negeri yang menguat pesat menjadi 53,4 persen.
"Sebetulnya bukan PMA-nya yang melambat kalau saya melihatnya, dalam negerinya yang lebih cepat," ujarnya.
Menurut Rosan, kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjadi faktor yang mengerek realisasi PMDN sepanjang 2025. Hal ini diyakini akan membuat porsi investasi asing pada 2026 semakin tergerus.