sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rosan Sebut Hotel Sultan Bakal Dirobohkan, Ikon Baru Indonesia Siap Dibangun

Economics editor Binti Mufarida
22/06/2026 19:17 WIB
Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, berpotensi dirobohkan dan menjadi lokasi ikon terbaru Indonesia.
Rosan Sebut Hotel Sultan Bakal Dirobohkan, Ikon Baru Indonesia Siap Dibangun. (Foto Binti M/IMG)
Rosan Sebut Hotel Sultan Bakal Dirobohkan, Ikon Baru Indonesia Siap Dibangun. (Foto Binti M/IMG)

IDXChannel - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Moda (BKPM) sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, berpotensi dirobohkan dan menjadi lokasi ikon terbaru Indonesia.

“Eventually iya, gitu ya (dirobohkan),” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Rosan pun menegaskan, Hotel Sultan bakal menjadi ikon baru Indonesia. Menurutnya, kawasan eks Hotel Sultan nantinya akan dikembangkan secara menyeluruh sebagai bagian dari penataan kawasan Gelora Bung Karno (GBK) yang lebih modern dan terintegrasi.

“Ya rencananya itu akan dijadikan ikon baru di Indonesia. Nanti akan diubah secara komprehensif, untuk apa? Tidak hanya di daerah GBK ini tapi juga secara keseluruhan akan didesain ulang dari termasuk lapangan golf sampai juga dengan area GBK yang kurang lebih itu luasnya 200 hektare,” katanya.

Rosan menjelaskan, pengembangan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya saing sektor pariwisata nasional.

Dia menilai jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Selain jumlah wisatawan, tingkat pengeluaran wisatawan atau average spending di Indonesia juga dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Nah, oleh sebab itu bukan hanya dari jumlah pariwisatanya sendiri, tapi juga bagaimana kita meningkatkan apa, average spending-nya kita juga kalah. Average spending kita itu baru 1.100 mungkin lebih per day,” ujar Rosan.

Rosan pun membeberkan, pengelolaan kawasan dapat melibatkan perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor pariwisata dan perhotelan yakni PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney dan The Meru.

“Kita kan punya InJourney, kita punya yang namanya Meru, ya kan? Ya nanti kalau ini semua sudah selesai di Mensesneg, ya tentunya pengelolaannya kita akan pakai bisa InJourney, Meru, dan kan Meru juga sangat-sangat baik ya. Mungkin itu rencananya,” kata dia. 

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement