AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Sandiaga Uno Ungkap Omzet Restoran Anjlok 90 Persen saat PPKM Darurat

ECONOMICS
Rizky Pradita Ananda
Senin, 26 Juli 2021 20:07 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno mengungkapkan, selama masa PPKM Darurat, omzet restoran memang merosot drastis.
Sandiaga Uno Ungkap Omzet Restoran Anjlok 90 Persen saat PPKM Darurat (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno mengungkapkan, selama masa PPKM Darurat, omzet restoran memang merosot drastis.

“Omzet restoran itu 70 hingga 90 persen anjlok selama PPKM,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, dalam gelaran Weekly Press Briefing, Senin (26/7/2021).

Di penerapan PPKM Level 4 dengan pelonggaran di beberapa sektor, para pemilik restoran atau tempat makan diketahui boleh menyajikan layanan dine-in walau dengan aturan hanya selama 20 menit.

Adaptasi perubahan inilah yang disebutkan Sandi, tengah didorong oleh Kemenparekraf kepada para pelaku bisnis agar tetap bisa berjualan sekaligus menjalankan protokol kesehatan.

“Dengan hanya batas waktu 20 menit dine-in, pelaku bisnis harus sajikan makanan secara cepat dan make sure tak melanggar 20 menit yang ditentukan. Pengaturan tempat duduk,  pelayanan, harus diberikan kesiapan agar tak meyalahi aturan yang diterapkan. Jadi gimana bantuan ini bisa cepat terealisasikan diimbangi dengan adaptasi yang harus dilakukan untuk kesiapan digitalisasi dari pelaku ekonomi kreatif ini harus disiapkan,” tambahnya.

Sementara dari industri perhotelan, Sandi mengatakan industri perhotelan menelan kerugian hingga 50 persen, akibat rendahnya rate occupancy atau tingkat keterisian hotel.

“Hotel ini akan mengalami break event di atas 26 sampai 60 persen, kalau tingkat occupancy nya di bawah 25 persen, merugi 40 sampai 50 persen. Biasanya akan langsung pengurangan jam kerja, karena kebutuhan tenaga kerja juga berkurang. Kita coba supaya pada enggak di PHK,” lanjutnya.

Berupaya meringankan beban para pelaku bisnis UMKM dan pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sendiri tengah menggodok skema bantuan senilai 2,4triliun yang saat ini sudah di tahap finalisasi.

“2,4triliun ini merupakan re-alokasi dari Bangga Berpariwisata di Indonesia. Bantuan pemerintah kita pakai dana pemulihan ekonomi nasional. Kita harapkan targetnya memang Juli ini, jadi bukan terlambat. Ini sedang kita percepat,” pungkas Menparekraf Sandi. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD