AALI
8825
ABBA
238
ABDA
6025
ABMM
4340
ACES
635
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7400
ADHI
760
ADMF
8550
ADMG
167
ADRO
3880
AGAR
302
AGII
2350
AGRO
625
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
107
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1580
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
700
ALKA
290
ALMI
408
ALTO
172
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.52
-1.18%
-6.39
IHSG
7090.99
-1.22%
-87.59
LQ45
1013.74
-1.16%
-11.90
HSI
17835.35
-0.55%
-97.92
N225
26448.89
-2.6%
-704.94
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
791,977 / gram

Sandiaga Usulkan Kereta Gantung di Puncak Bogor, Kemenhub: Kami Kaji Dulu

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Jum'at, 04 Maret 2022 08:45 WIB
Kemenhub akan mengkaji lebih dulu usulan Menteri Sandiaga terkait kereta gantung di Puncak Bogor.
Sandiaga Usulkan Kereta Gantung di Puncak Bogor, Kemenhub: Kami Kaji Dulu (Dok.MNC)
Sandiaga Usulkan Kereta Gantung di Puncak Bogor, Kemenhub: Kami Kaji Dulu (Dok.MNC)

IDXChannel —Kementerian Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan pihaknya akan mengkaji wacana atas pembangunan cable car atau kereta gantung gondola menuju kawasan Ciawi dan Puncak, Bogor, Jawa Barat. 

Sebelumnya, Menteri Parekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno telah mengusulkan untuk membangun  kereta gantung atau gondola  guna menjadi solusi mengatasi kemacetan di kawasan Puncak.

“Sebenarnya dulu adayang pernah usul, tapi tidak terlalu difokuskan. Mungkin dengan adanya ide yang diusulkan pak Sandi (Menparekraf) akan kita coba lihat akan kita kaji terlebih dahulu dan harus kami rapatkan dengan berbagai stakeholders,” kata Dirjen Perhubungan Darat kemenhub Budi Setiyadi saat dihubungi MNC PORTAL, Jumat (4/3/2022). 


Budi Setiyadi mengatakan pihak Kemenhub akan mencoba membicarakan apa yang telah diusulkan Sandiaga untuk dijadikan evaluasi bersama Pemerintah Daerah Bogor hingga Kementerian PUPR.


“Kebetulan nanti akan kami coba rapat, dan nanti kami akan coba saya sampaikan peluang itu, dengan segala keterbatasan jalan yang ada memang sudah saat nya ada dua hal yang perlu dilakukan,” ujarnya.

Pertama, dalam jangka pendek peng optimalisasian fungsi dan manfaat dari jalan yang telah ada  dan digunakan misalnya dengan revitalisasi, penambahan kapasitas lebar, perbaikan dan penertiban jika ada penyempitan hingga rekayasa lalu lintas. 

“Jadi jangka pendek harus kita maksimalkan, jangka panjang ya memang mencari opsi yang memang bisa long life dan penanganannya butuh satu kebijakan yang kuat,” urainya.

“Mungkin itu yang disampaikan pak Sandiaga Uno itu menarik untuk gunakan gondola seperti di beberapa negara, kita akan coba lihat dulu kemungkinannya dan pembangunannya butuh waktu komperhensif,” pungkasnya.

(IND)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD