AALI
8825
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4410
ACES
650
ACST
188
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
316
AGII
2390
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1600
AKRA
1330
AKSI
320
ALDO
690
ALKA
290
ALMI
402
ALTO
175
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.35
-0.2%
-1.08
IHSG
7113.29
-0.2%
-14.21
LQ45
1017.61
-0.25%
-2.59
HSI
17805.09
-0.28%
-50.05
N225
26633.32
0.76%
+201.77
NYSE
13580.39
-1.57%
-216.61
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
790,953 / gram

Sektor Perikanan Tumbuh Positif, Udang dan Kerapu Jadi Primadona Ekspor

ECONOMICS
Taufik Fajar
Rabu, 12 Mei 2021 20:38 WIB
Sektor perikanan selain digadang-gadang untuk ketahanan pangan domestik, juga penyumbang devisa negara .
Sektor perikanan selain digadang-gadang untuk ketahanan pangan domestik, juga penyumbang devisa negara . (Foto: MNC Media)
Sektor perikanan selain digadang-gadang untuk ketahanan pangan domestik, juga penyumbang devisa negara . (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pandemi Covid-19 masih menyelimuti kita semua, dan banyak sektor pembangunan yang terkena imbasnya akibat wabah ini. Kendati demikian sektor perikanan nasional tercatat memberikan tren positif. 

Pasalnya, sektor perikanan selain digadang-gadang untuk ketahanan pangan domestik, juga penyumbang devisa negara karena sektor perikanan tetap dapat melakukan ekspor sebagai perwujudan pemulihan ekonomi nasional.
 
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto menyebut, komoditas udang memang masih menjadi primadona ekspor, namun selain udang, komoditas budidaya laut seperti ikan kerapu juga menjadi salah satu komoditas andalan ekspor. Karena permintaan pasar global yang tinggi.

"Meski pandemi, ekspor perikanan nasional masih jalan terus. Selain udang, ikan kerapu juga menjadi salah satu komoditas andalan ekspor kita. Seperti ikan kerapu hasil budidaya Kabupaten Natuna yang terus berjalan meskipun pandemi," ujar Slamet di Jakarta, Rabu (12/5/2021).
 
Hal ini, tambahnya sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Bahwa ikan kerapu merupakan salah satu komoditas hasil perikanan budidaya laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar regional maupun internasional. 

“Budidaya ikan kerapu akan terus kita dorong potensinya. Karena selain keunggulannya yang menguntungkan, juga sejalan dengan visi KKP dalam membangun kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” tambahnya.
 
Oleh karenanya, sambung Slamet, KKP terus mendorong agar selama masa pandemi, semakin banyak perusahaan yang melakukan ekspor ikan kerapu karena kerapu merupakan salah satu komoditas andalan untuk ekspor kelautan dan perikanan nasional. 

“Ini peluang emas, karena dengan ekspor yang terus meningkat dipastikan akan menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir, dan geliat ekonomi masyarakat pada umumnya. Ditambah lagi, saat ini market demand untuk kerapu di negara tujuan ekspor kembali terbuka dan menunjukkan tren yang mulai meningkat. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama saling koordinasi dan bersinergi dalam mengembangkan budidaya laut agar aktivitas ekspor ikan kerapu bisa terus berjalan dengan lancar," ungkap dia.
 
Selain itu, dengan meningkatnya kinerja ekspor, tentunya secara bersamaan akan menaikkan devisa negara.  Untuk itu, KKP terus berupaya menggenjot ekspor untuk komoditas unggulan budidaya, termasuk ikan kerapu. 

"Sebagai sektor strategis berbasis pangan tentu akuakultur harus mampu berkontribusi lebih besar  mendorong pertumbuhan ekonomi. KKP terus berupaya melakukan pengembangan budidaya di kawasan-kawasan potensial guna menggenjot produksi perikanan budidaya," tutur dia.
 
Salah satunya di Kabupaten Natuna merupakan kabupaten yang memiliki potensi budidaya ikan laut dan posisinya dekat dengan Hongkong maka akan meningkatkan kinerja ekspor, tentunya secara bersamaan akan menaikkan devisa negara di tengah menurunnya pendapatan negara dari ekspor sekarang ini. 

"Tahun 2021 ini meskipun pandemi belum berakhir, Kabupaten Natuna dapat terus memenuhi permintaan ekspor ikan laut hasil budidaya ke Hongkong. Hingga bulan April, selama tahun 2021 telah melakukan aktivitas ekspor ikan laut sebanyak empat kali dengan total mencapai kurang lebih 50,8 ton. Harapannya, bukan hanya di Natuna saja tapi daerah lain pun sama," katanya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Zakimin Yusuf, menambahkan budidaya kerapu selain menambah pendapatan juga dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat Natuna. Seperti di Kecamatan Bunguran Barat dan Pulau Tiga sebagai sentra budidaya kerapu. Kegiatan inilah yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat disana.

"Apa yang kami lakukan sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan waktu berkunjung ke Kabupaten Natuna agar upaya budidaya ikan laut harus terus dikembangkan karena kegiatan ekspor ke Hongkong  telah berjalan lama di Natuna. Rencananya akan menjadikan Natuna sebagai kawasan ekonomi khusus di bidang kelautan dan perikanan,” tandas dia. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD