AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Sektor Perikanan Tumbuh Positif, Udang dan Kerapu Jadi Primadona Ekspor

ECONOMICS
Taufik Fajar/Okezone
Rabu, 12 Mei 2021 20:38 WIB
Sektor perikanan selain digadang-gadang untuk ketahanan pangan domestik, juga penyumbang devisa negara .
Sektor perikanan selain digadang-gadang untuk ketahanan pangan domestik, juga penyumbang devisa negara . (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pandemi Covid-19 masih menyelimuti kita semua, dan banyak sektor pembangunan yang terkena imbasnya akibat wabah ini. Kendati demikian sektor perikanan nasional tercatat memberikan tren positif. 

Pasalnya, sektor perikanan selain digadang-gadang untuk ketahanan pangan domestik, juga penyumbang devisa negara karena sektor perikanan tetap dapat melakukan ekspor sebagai perwujudan pemulihan ekonomi nasional.
 
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto menyebut, komoditas udang memang masih menjadi primadona ekspor, namun selain udang, komoditas budidaya laut seperti ikan kerapu juga menjadi salah satu komoditas andalan ekspor. Karena permintaan pasar global yang tinggi.

"Meski pandemi, ekspor perikanan nasional masih jalan terus. Selain udang, ikan kerapu juga menjadi salah satu komoditas andalan ekspor kita. Seperti ikan kerapu hasil budidaya Kabupaten Natuna yang terus berjalan meskipun pandemi," ujar Slamet di Jakarta, Rabu (12/5/2021).
 
Hal ini, tambahnya sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Bahwa ikan kerapu merupakan salah satu komoditas hasil perikanan budidaya laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar regional maupun internasional. 

“Budidaya ikan kerapu akan terus kita dorong potensinya. Karena selain keunggulannya yang menguntungkan, juga sejalan dengan visi KKP dalam membangun kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” tambahnya.
 
Oleh karenanya, sambung Slamet, KKP terus mendorong agar selama masa pandemi, semakin banyak perusahaan yang melakukan ekspor ikan kerapu karena kerapu merupakan salah satu komoditas andalan untuk ekspor kelautan dan perikanan nasional. 

“Ini peluang emas, karena dengan ekspor yang terus meningkat dipastikan akan menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir, dan geliat ekonomi masyarakat pada umumnya. Ditambah lagi, saat ini market demand untuk kerapu di negara tujuan ekspor kembali terbuka dan menunjukkan tren yang mulai meningkat. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama saling koordinasi dan bersinergi dalam mengembangkan budidaya laut agar aktivitas ekspor ikan kerapu bisa terus berjalan dengan lancar," ungkap dia.
 
Selain itu, dengan meningkatnya kinerja ekspor, tentunya secara bersamaan akan menaikkan devisa negara.  Untuk itu, KKP terus berupaya menggenjot ekspor untuk komoditas unggulan budidaya, termasuk ikan kerapu. 

"Sebagai sektor strategis berbasis pangan tentu akuakultur harus mampu berkontribusi lebih besar  mendorong pertumbuhan ekonomi. KKP terus berupaya melakukan pengembangan budidaya di kawasan-kawasan potensial guna menggenjot produksi perikanan budidaya," tutur dia.
 
Salah satunya di Kabupaten Natuna merupakan kabupaten yang memiliki potensi budidaya ikan laut dan posisinya dekat dengan Hongkong maka akan meningkatkan kinerja ekspor, tentunya secara bersamaan akan menaikkan devisa negara di tengah menurunnya pendapatan negara dari ekspor sekarang ini. 

"Tahun 2021 ini meskipun pandemi belum berakhir, Kabupaten Natuna dapat terus memenuhi permintaan ekspor ikan laut hasil budidaya ke Hongkong. Hingga bulan April, selama tahun 2021 telah melakukan aktivitas ekspor ikan laut sebanyak empat kali dengan total mencapai kurang lebih 50,8 ton. Harapannya, bukan hanya di Natuna saja tapi daerah lain pun sama," katanya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Zakimin Yusuf, menambahkan budidaya kerapu selain menambah pendapatan juga dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat Natuna. Seperti di Kecamatan Bunguran Barat dan Pulau Tiga sebagai sentra budidaya kerapu. Kegiatan inilah yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat disana.

"Apa yang kami lakukan sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan waktu berkunjung ke Kabupaten Natuna agar upaya budidaya ikan laut harus terus dikembangkan karena kegiatan ekspor ke Hongkong  telah berjalan lama di Natuna. Rencananya akan menjadikan Natuna sebagai kawasan ekonomi khusus di bidang kelautan dan perikanan,” tandas dia. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD