AALI
9500
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
705
ACST
167
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
765
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3080
AGAR
316
AGII
2310
AGRO
850
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
84
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1615
AKRA
1180
AKSI
272
ALDO
770
ALKA
296
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.01
-0.11%
-0.58
IHSG
7086.85
0.03%
+2.19
LQ45
1007.14
-0.07%
-0.66
HSI
20045.77
-0.77%
-156.17
N225
28249.24
0.26%
+73.37
NYSE
15273.23
0.32%
+49.03
Kurs
HKD/IDR 675
USD/IDR 14,929
Emas
853,771 / gram

Selamat, PPKM Surabaya Turun jadi Level 1 Mulai Hari Ini

ECONOMICS
Aan Haryono
Kamis, 16 September 2021 14:40 WIB
Mulai hari ini (16/9) Kota Pahlawan Surabaya, Jatim, turun statusnya jadi wilayah dengan PPKM level 1.
Selamat, PPKM Surabaya Turun jadi Level 1 Mulai Hari Ini(Dok.MNC Media)
Selamat, PPKM Surabaya Turun jadi Level 1 Mulai Hari Ini(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Berbagai upaya keras Kota Surabaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 mulai membuahkan hasil. Per hari ini, Kota Pahlawan sudah turun statusnya ke level 1, Kamis (16/9/2021). 
 
Untuk menuju ke level 1, Kota Surabaya harus melewati berbagai upaya keras. Hasil assesmen yang sudah dilakukan menunjukan indikator yang lebih baik dalam mengendalikan penularan COVID-19.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan, hasil assesment menunjukan enam indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sudah memadai untuk seluruh indikator. “Jadi, Surabaya hari ini sudah masuk level 1. Enam indikator di Surabaya semua sudah memadai sesuai indikator Kemenkes,” kata Eri.

Ia melanjutkan, semua indikator itu sudah bisa dilihat mulai dari transmisi komunitas kasus konfirmasi tingkat 1 dengan hasil 8,81 persen, kemudian tingkat rawat inap rumah sakit (RS) tingkat 1 adalah 3,43 persen, lalu angka kematian tingkat 1 dengan statistik 0,65 persen.

Selanjutnya, berdasar kapasitas respons juga dinilai mumpuni dengan tingkat positivity rate 0,41 persen dari batas maksimal 5 persen, kemudian tracing 1/20,71 dari standar minimal 1/14, dan bed occupancy rate (BOR) 14,54 persen dari batas 60 persen.

“Hasil ini jangan membuat warga terlena, apapun masih ada saja daerah yang kemudian naik level. Jadi jangan bosen pakai masker dan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Mantan Kepala Bappeko itu menambahkan, meskipun statusnya sudah level 1, semua upaya untuk memutus laju penularan tetap seperti sebelumnya. Semua kebijakan tetap level 3 seperti sebelumnya yang mampu mengurangi tingkat penularan. Sebab, semua itu dilakukan dengan ketentuan yang ada dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) berdasar perhitungan wilayah aglomerasi Gerbangkertasusila yang meliputi Kota Surabaya, Bangkalan, Gresik, Lamongan, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

Selain itu, katanya, Inmendagri juga menjelaskan satu indikator tambahan terkait dengan vaksinasi. Di dalam aturan itu tercatat jelas kalau vaksinasi dosis 1 sudah di atas 70 persen, dan vaksinasi lansia lebih dari 60 persen. Kota Surabaya sudah melewati capaian vaksinasi tersebut. Untuk dosis 1 di Surabaya sudah mencapai 100% lebih. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD