Airlangga menjelaskan bahwa fokus pemerintah adalah memperkuat sisi produksi sekaligus memperluas akses pasar internasional, salah satunya melalui percepatan perjanjian kerja sama IEU-CEPA dengan Uni Eropa.
"Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali. Sehingga pendanaan 6 billion (USD6 miliar) nanti akan disiapkan oleh Danantara," kata Airlangga.
Melalui integrasi antara produksi di bawah BUMN baru dan perluasan pasar ke berbagai negara, pemerintah optimistis industri tekstil dan alas kaki Indonesia dapat bangkit dari tekanan global.
Target ambisius pun telah ditetapkan, di mana nilai ekspor produk tekstil nasional diharapkan mampu menembus angka USD40 miliar.
Reaktivasi BUMN tekstil ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi ekosistem industri tekstil dalam negeri agar lebih kompetitif, resilien, dan mampu bersaing di tengah dinamika perdagangan global yang penuh tantangan.
(NIA DEVIYANA)