AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Sistem OSS Berbasis Risiko Mampu Dongkrak Realisasi Investasi hingga 16,2 Persen 

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Selasa, 14 September 2021 14:42 WIB
Penerapan Online Single Submussion (OSS) berbasis risiko mendukung percepatan Investasi yang ada di Indonesia
Sistem OSS Berbasis Risiko Mampu Dongkrak Realisasi Investasi hingga 16,2 Persen  (Dok.MNC Media)
Sistem OSS Berbasis Risiko Mampu Dongkrak Realisasi Investasi hingga 16,2 Persen  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Yuliot menyebutkan melalui penerapan Online Single Submussion (OSS) berbasis risiko mendukung percepatan realisasi investasi di Indonesia, dimana terjadi pertumbuhan hingga 16,2% . 

Yulio mengatakan, pada tahun 2020 yang lalu yang mana awal terjadinya pandemi covid 19, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp210,7 triliun pada triwulan I, jumlah tersebut pun mengalami penurunan pada triwulan II menjadi Rp161,9 trilun.

Kemudian Yuliot membandingkan dengan realisasi investasi pada triwulan II tahun 2021 ini yang realisasi investasinya bertumbuh 16,2% atau setara Rp223 triliun.

"Tentu ini merupakan gambaran bahwa dengan upaya yang dilakukan oleh pemerintah terhadap perbaikan-perbaikan yang sangat struktural memberikan optimisme kepada investor, baik investor dalam negeri untuk melakukan investasi di Indonesia,” ujarnya pada Market Review IDXChanel, Selasa (14/9/2021).

Menurutnya dengan pemerintah meluncurkan sistem OSS berbasis risiko ini menjadikan para investor dari luar negeri ataupun dalam negeri dapat memberikan jaminan kemudahan dalam berinvestasi.

"Perbaikan fundalmental terhadap prosedur dan juga yang terkait infrastruktur ekonomi dan investasi akan membuat kepercayaan investor untuk melakukan kegiatan investasi di Indoenesia semakin meningkat,” sambungnya.

Yuliot memaparkan dari sisi Penanaman Modal Dalam Neger (PMDN) saat ini terjadi peningkatan 3,5%, sementera untuk Penanaman Modal Asing (PMA) meningkat 16,8%.

"Berarti dua-duanya baik investor dalam rangka PMDN dan dalam rangka PMA sudah sangat konfiden untuk melakukan kegiatan investasi di Indonesia,” tambahnnya.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM menyebutkan setidaknya ada 3 permasalahan investasi di Indonesia, Pertama regulasi, kedua perizinan berusaha, dan ketiga masalah pertanahan. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD