sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Soal Rupiah, Purbaya Tegaskan Kondisi RI Beda dengan Krisis 1998

Economics editor Anggie Ariesta
18/05/2026 16:27 WIB
Purbaya membantah keras opini yang mengaitkan tren pelemahan nilai tukar rupiah saat ini dengan memori kelam krisis moneter tahun 1998.
Soal Rupiah, Purbaya Tegaskan Kondisi RI Beda dengan Krisis 1998. (Foto: Binti/iNews Media Group)
Soal Rupiah, Purbaya Tegaskan Kondisi RI Beda dengan Krisis 1998. (Foto: Binti/iNews Media Group)

Sebaliknya, kondisi Indonesia hari ini dinilai sangat bertolak belakang karena roda perekonomian domestik terbukti masih mampu melakukan ekspansi dan tumbuh dengan kuat. Situasi positif ini memberikan ruang kendali yang cukup lebar bagi pemerintah untuk memulihkan indikator makro yang sempat terdampak oleh volatilitas global.

Purbaya juga merespons koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat meluncur ke level 6.628 pada sesi pembukaan pagi hari ini. Ia meyakinkan bahwa penurunan indeks saham tersebut murni dinamika teknikal akibat sentimen sesaat. Pemerintah akan tetap fokus membentengi target pertumbuhan ekonomi riil agar tidak terganggu oleh fluktuasi pasar modal.

Kepada para pelaku pasar dan investor domestik, Purbaya mengimbau untuk tetap tenang menghadapi koreksi ini dan justru memanfaatkannya sebagai peluang investasi.

"Jadi teman-teman enggak usah khawatir. Investor pasar saham, kalau saya bilang, jangan takut serok bawah sekarang. Kalau saya lihat tekniknya, sehari dua hari udah balik. Jadi jangan lupa beli saham," kata dia.

Sebagai instrumen penyelamatan konkret, Purbaya menyatakan pemerintah mulai hari ini resmi mengucurkan dana intervensi ke pasar obligasi secara signifikan.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement