AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Sri Mulyani Sebut Defisit Fiskal dan Utang RI Salah Satu Paling Terkendali di Dunia

ECONOMICS
Michelle Natalia
Kamis, 27 Januari 2022 15:37 WIB
Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan defisit fiskal dan utang Indonesia selama pandemi termasuk salah satu yang paling terkendali dan produktif di dunia.
Sri Mulyani Sebut Defisit Fiskal dan Utang RI Salah Satu Paling Terkendali di Dunia (FOTO: MNC Media)
Sri Mulyani Sebut Defisit Fiskal dan Utang RI Salah Satu Paling Terkendali di Dunia (FOTO: MNC Media)

 IDXChannel - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan defisit fiskal dan utang Indonesia selama pandemi termasuk salah satu yang paling terkendali dan produktif di dunia.

“Kita sudah melihat momentum pemulihan ekonomi sudah cukup baik dan ini yang akan terus kita jaga,” ujar Sri dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis(27/1/2022).

Sri mengatakan bahwa hal ini terbukti dengan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan level Produk Domestik Bruto (PDB) yang sudah kembali ke kondisi pra pandemi.

Indeks PDB riil Indonesia pada 2021 telah mencapai level 101,1 atau lebih baik dibanding level 100 saat awal pandemi 2019 sedangkan Brasil 100,5, India 98,7, Afrika Selatan 98, Arab Saudi 97,7, Myanmar 96,4, Meksiko 96,3, Thailand 94,4 dan Filipina 94,3.

"Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh defisit fiskal yang relatif terkendali dibanding negara lain yakni Indonesia sepanjang 2020 sampai 2021 menambah defisit 10,8 persen," ungkap Sri.

Untuk Myanmar 11,1 persen, Thailand 11,6 persen, Filipina 13,4 persen, Arab Saudi 14,4 persen, China 18,7 persen, Afrika Selatan 19,3 persen, Brasil 19,5 persen, dan India 24 persen.

“Jadi kita bisa bayangkan konsolidasi fiskal dari negara-negara yang countercyclical-nya lebih dalam akan lebih berat,” tambahnya.

Sri mengatakan bahwa defisit yang meningkat tentu akan turut meningkatkan utang namun Indonesia masih tergolong terkendali dibanding beberapa emerging country lainnya.

Dari 2020 ke 2021, utang Indonesia naik 10,8 persen sedangkan Thailand 17 persen, Filipina 22 persen, Afrika Selatan 12 persen, China 11,8 persen, Malaysia 13,6 persen.

“Ini adalah suatu cara untuk melihat apakah policy design yang kita lakukan relatif bekerja secara cukup baik dan efektif untuk menangani COVID-19 dan dampak ke perekonomian,” tutup Sri Mulyani. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD