Tersendatnya ketersediaan gas ini secara otomatis mengganggu jalannya penyiapan hidangan gizi. Pasalnya, mayoritas fasilitas SPPG memang mengandalkan LPG berukuran 12 kg sebagai bahan bakar utama untuk menopang rutinitas memasak mereka setiap harinya.
"Kelangkaan gas LPG 12 kilogram memengaruhi operasional SPPG di lapangan sehingga beberapa layanan belum dapat berjalan normal sampai pasokan kembali tersedia," tuturnya.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak BGN saat ini terus memantau dinamika di lapangan sembari menjalin koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait. Langkah ini diprioritaskan guna menjamin agar distribusi bahan bakar gas bisa kembali stabil, sehingga SPPG dapat segera menjalankan fungsinya seperti sedia kala.
(kunthi fahmar sandy)