AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Sumbang Rp4,5 Triliun ke Indonesia, Sandiaga Sebut MotoGP Mandalika 2022 Bangkitkan Ekonomi

ECONOMICS
Kunthi Fahmar Sandy
Selasa, 31 Mei 2022 12:35 WIB
Menparekraf menjelaskan bahwa telah terjadi pergeseran pendapatan mulai dari Rp5 juta sampai Rp50 juta.
Sumbang Rp4,5 Triliun ke Indonesia, Sandiaga Sebut MotoGP Mandalika 2022 Bangkitkan Ekonomi (FOTO:Dok Ist)
Sumbang Rp4,5 Triliun ke Indonesia, Sandiaga Sebut MotoGP Mandalika 2022 Bangkitkan Ekonomi (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel -  MotoGP Mandalika 2022 sukses digelar pada 18-20 Maret 2022 di Pertamina Mandalika International Circuit ternyata memberikan multiplier effect yang luar biasa.

Sebba, tak hanya peningkatan pada ekonomi Nusa Tenggara Barat saja, tapi juga dengan daerah-daerah Indonesia lainnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, dalam Weekly Press Briefing, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (30/5/2022) mengatakan, granularity atau data tambahan yang lebih detail mengenai event balap internasional tersebut.

“Mengenai penyelenggaraan MotoGP Indonesia di Maret 2022 ternyata terjadi dampak multiplier ekonomi yang dirasakan tidak hanya oleh NTB, tapi juga di seluruh provinsi Indonesia  bukan hanya di NTB saja. Kontribusi terhadap kenaikan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) NTB sebesar 1,46 persen year on year (y-o-y),” ujar Menparekraf.

Sementara itu, dari penyediaan makanan dan minuman 1,04 persen dan transportasi pergudangan 0,74 persen. 

Perhelatan MotoGP juga memberikan nilai tambah kepada Indonesia sebesar Rp4,5 triliun. “Jadi, di luar angka Rp700 miliar hampir Rp800 miliar yang kita perkirakan,” katanya.

Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan I tahun 2022 sebesar 7,76 persen, sementara secara nasional di angka 5,01 persen. Peningkatan  lapangan usaha yang didominasi oleh sektor parekraf, yaitu akomodasi, makanan, dan minuman 22,29 persen, transportasi dan pergudangan sebesar 15,36 persen. 

Penumpang yang datang ke NTB naik secara signifikan, melalui angkutan udara 94,81 persen dan angkutan laut naik 74,91 persen. "Termasuk saya, karena saya datangnya melalui jalur laut. Saya datang dari Padangbai menuju Bangsal,” kata Menparekraf.

Selain itu, survei dampak MotoGP Mandalika terhadap pelaku usaha menunjukkan sejumlah hasil yang membahagiakan. Pertama, peningkatan sebanyak 41 persen pelaku usaha selama event MotoGP, di mana 23 persen di antaranya berasal dari luar NTB. 

Kemudian, 59 persen pelaku usaha mendapatkan fasilitas pelaksanaan MotoGP dan paling banyak memperoleh bantuan dari pemerintah sebesar 40,5 persen. 

“Sebesar 46 persen pelaku usaha merupakan usaha rumah tangga, jadi ini banyak ibu-ibu UMKM dan saat MotoGP produk UMKM ekonomi kreatif yang paling laku adalah kuliner sebesar 50,34 persen, kriya 19,31 persen, dan fesyen ini yang perlu didorong lebih lagi sebesar 15,86 persen dan lainnya 14,48 persen,” kata Menparekraf.

Menparekraf menjelaskan bahwa telah terjadi pergeseran pendapatan mulai dari Rp5 juta sampai Rp50 juta. 

Ia pun berharap event MotoGP yang sukses digelar pada Maret 2022 menjadi motivasi dan semangat dalam menyambut event Formula E yang akan diselenggarakan pada 4 Juni 2022 di Jakarta.

“Ini akan menjadi momentum kebangkitan ekonomi kita, khususnya di Jakarta dan di daerah sekitar Jabodetabek dan berdasarkan data yang kami terima dari 50 persen penjualan tiket ajang balap Formula E sudah terjual oleh Warga Negara Asing (WNA) sebanyak 14.800 tiket dari total 52.500 kursi yang disediakan sudah laku terjual,” katanya.

“Itu saja yang bisa kita share pengalaman kami pada Maret dan kita pada Juni ini juga akan meningkatkan multiplier effect pada ekonomi lokal dan ekonomi daerah serta ekonomi nasional,” katanya.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD