Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyebut program konsolidasi BUMN berpotensi menghasilkan penghematan langsung hingga sekitar Rp50 triliun setiap tahun. Penghematan itu berasal dari penghapusan transaksi berlapis antara perusahaan induk, anak usaha, hingga perusahaan di bawahnya yang selama ini dinilai menimbulkan inefisiensi.
“Rp50 triliun itu artinya total akumulasi kerugian anak-anak usaha sebesar dua puluh triliun, ditambah dengan transaksi layering intercompany transaction yang inefisien senilai tiga puluh triliun. Jadi kurang lebih lima puluh triliun (efisiensi) yang akan kita lakukan," kata Dony.
(NIA DEVIYANA)