Hingga saat ini, PGE telah mencatatkan kemajuan operasional yang signifikan. Dengan resmi beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW pada Juni lalu, total kapasitas terpasang PGE kini meningkat menjadi 727 MW dari sebelumnya 672 MW.
Guna mempercepat target, PGE juga memperkuat sinergi melalui penandatanganan Heads of Agreement (HoA) bersama PLN Indonesia Power yang difasilitasi oleh Danantara Indonesia. Kerja sama ini mencakup pengembangan 19 proyek panas bumi dengan total potensi kapasitas sebesar 530 MW.
Selain itu, empat proyek PGE telah masuk dalam Blue Book Bappenas 2025-2029, membuka peluang pendanaan internasional hingga USD613 juta.
PGE kini mulai merambah pemanfaatan panas bumi di luar sektor listrik (beyond energy). Pada Agustus lalu, perusahaan meluncurkan proyek percontohan (Pilot Project) Green Hydrogen di Ulubelu, Lampung. Inisiatif ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi mulai dari produksi hingga distribusi energi bersih.
Tak berhenti di situ, PGE juga menjajaki pengembangan green data center berbasis panas bumi. Langkah ini diawali dengan kesepakatan bersama Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia untuk membangun infrastruktur digital yang berkelanjutan.