AALI
7950
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1240
ACES
1320
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2410
ADHI
685
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1335
AGAR
398
AGII
1790
AGRO
2500
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
59
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3600
AKSI
422
ALDO
635
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/07/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.19
-1.28%
-5.68
IHSG
6070.04
-0.83%
-50.69
LQ45
823.04
-1.17%
-9.71
HSI
25961.03
-1.35%
-354.29
N225
27283.59
-1.8%
-498.83
NYSE
16697.14
0.75%
+123.58
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
850,320 / gram

Terimbas Pandemi, Pertumbuhan Asuransi Jiwa Melambat 8,6 Persen di 2020

ECONOMICS
Michelle N/Sindonews
Selasa, 09 Maret 2021 11:15 WIB
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencatat pertumbuhan industri asuransi jiwa per tahun (YoY) mengalami sedikit perlambatan sebesar 8,6%.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan industri asuransi jiwa per tahun (YoY) mengalami sedikit perlambatan sebesar 8,6%. (Foto: MNC Media

IDXChannel - Pandemi Covid-19 berimbas terhadap perlambatan pertumbuhan banyak industri, tak termasuk industri asuransi jiwa di Indonesia. 

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan industri asuransi jiwa per tahun (YoY) mengalami sedikit perlambatan sebesar 8,6% dari Rp235,80 triliun di year-to-date(ytd) 2019 menjadi Rp215,42 triliun di ytd 2020 sebagai tantangan akibat pandemi Covid-19. 

"Kalau dilihat, perlambatannya tidak mencapai double digit, sehingga industri optimis akan berangsur baik di tahun ini," ucap Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mewakili Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa(9/3/2021). 

Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari Q3 tahun 2020 ke Q4 tahun 2020 sebesar 81,7%, dari Rp50,56 triliun di Q3 tahun 2020, menjadi Rp91,86 triliun di Q4 tahun 2020. 

"Perbaikan lain terlihat pada investasi, dimana jika dibandingkan dengan Q3 tahun 2020, selama Q4 tahun 2020 AAJI mencatatkan hasil investasi sebesar Rp35,52 triliun," tambah Fauzi. 

Kendati demikian, untuk hasil investasi, sebesar Rp17,95 pada Q4 tahun 2020 tercatat melambat dibandingkan Rp23,53 triliun pada Q4 tahun 2019 yang disebabkan oleh kondisi pasar modal di Indonesia yang kurang kondusif hingga Q4 2020, ditandai dengan adanya koreksi yang cukup dalam dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yaitu sebesar 5,1% dibandingkan Q4 2019.

Dengan demikian, industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja di Q4 tahun 2020, yaitu peningkatan pada pendapatan, pendapatan premi, hasil investasi dan pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah.  

"Peningkatan kinerja pada Q4 tahun 2020 didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa, mulai adanya sosialisasi vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah dan dampak atas strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2020," jelasnya.

Adanya tren peningkatan kinerja industri di Q4 2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal, dimana adanya peningkatan kondisi ekonomi kita serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan perlindungan jiwa didorong juga inovasi dan strategi pelaku industri asuransi jiwa dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020.  

"Industri asuransi jiwa meningkatkan kolaborasi serta memperkuat saluran distribusi untuk dapat terus menjangkau nasabah walaupun dengan segala keterbatasan aturan selama masa pandemi ini," pungkas Fauzi. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD