Begitu juga dengan komoditas nikel yang mengalami penurunan dari USD15.660 per dry metric ton (dmt) pada Januari 2025, menjadi USD14.630 per dmt pada periode Januari 2026.
Meski demikian, subsektor minerba dan panas bumi berhasil mencatat kinerja positif, dengan mencatat PNBP sebesar Rp138,37 triliun atau 108,56 persen dari target APBN sebesar Rp127,44 triliun.
"Di saat harga komoditas lagi jatuh, batu bara harganya tidak terlalu menggembirakan, tapi alhamdulillah target dari PNBP di sektor minerba itu mencapai 108,56 persen,” kata Bahlil.
(NIA DEVIYANA)