AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Terungkap! Ternyata Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Naik

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Sabtu, 20 November 2021 18:59 WIB
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono, membeberkan alasan harga minyak goreng terus mengalami kenaikan.
Terungkap! Ternyata Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Naik. (Foto: MNC Media)
Terungkap! Ternyata Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Naik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono, membeberkan alasan harga minyak goreng terus mengalami kenaikan hingga hari ini. Salah satunya adalah tingginya angka permintaan, sementara jumlah produksi belum bisa memenuhinya.

"China sangat cepat recovery sehingga banyak demand terserap oleh China. Sementara pasca pandemi kelihatannya belum siap kembali normal sehingga terjadi ketidakseimbangan antara supply dan demand. Banyak harga-harga naik, tidak hanya CPO, tapi juga pupuk naik, baja naik, jadi masih belum seimbang," ujar Joko dalam konferensi pers, Sabtu (20/11/2021).

Sementara dari sisi permintaan, beberapa negara utama tujuan ekspor mulai menunjukkan pemulihan ekonomi. Akibatnya, permintaan naik tajam sedangkan produksi tidak dapat mengikuti kecepatan tersebut.

Dia menambahkan, kenaikan harga CPO ini turut dipengaruhi oleh produksi CPO yang cenderung flat di tahun ini. Bahkan produksi komoditas minyak nabati lainnya juga tidak sebagus yang diharapkan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum III Gapki, Togar Sitanggang, mengatakan, kenaikan harga minyak sawit turut dipengaruhi komoditas lain yang menjadi substitusi sawit seperti biji bunga matahari dan kedelai.

"Minyak goreng sawit dipengaruhi oleh komoditas sejenis seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari yang saat ini harganya sangat mahal. Ketiga komoditas ini harus menjaga gap harga karena nanti efeknya terhadap permintaan minyak nabati itu sendiri," tuturnya.

Harga minyak goreng masih terpantau naik dalam beberapa minggu terakhir. Kenaikan dipicu oleh naiknya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Sepanjang tahun 2021, harga rata-rata CPO di atas USD1.000 per metrik ton, bahkan mencapai puncak tertinggi yaitu USD1.390 per metrik ton pada Oktober lalu.

Meski Indonesia merupakan penghasil sawit terbesar di dunia, namun harga ditentukan oleh mekanisme pasar dunia. Apabila terjadi kenaikan harga CPO internasional maka harga dalam negeri juga akan ikut terkerek. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD